Kapal Survei Turki Oruç Reis Kembali ke Antalya, Meredakan Ketegangan di Mediteranian Timur

0
55
Kapal Survei Turki Oruç Reis Kembali ke Perairan Antalya

BERITATURKI.COM, Antalya – Kapal penelitian seismik Turki Oruç Reis kembali ke perairan dekat provinsi selatan Antalya pada Minggu (13/10/2020), sebuah langkah yang dianggap dapat meredakan ketegangan antara Ankara dan Athena atas sumber daya alam lepas pantai di Mediteranian Timur, menurut Reuters.

Mengutip data pelacakan kapal dari Refinitiv, Reuters melaporkan pada 13 September bahwa Oruç Reis, bersama dengan dua kapal yang menyertainya, telah kembali ke wilayah perairan di lepas pantai Antalya.

Kapal kembali ke Antalya setelah Navtex, atau batas waktu penasehat keselamatan maritim internasional, telah mencapai batas waktunya.

Sebelumnya, Turki telah mengumumkan bahwa Oruç Reis hanya akan melakukan survei seismik di daerah sengketa Mediterania timur sampai 12 September. Ankara pada 31 Agustus mengeluarkan Navtex yang mengumumkan perpanjangan kegiatan penelitian Oruç Reis disertai oleh Kapal Cengiz Han dan Ataman.

Navtex adalah sistem komunikasi maritim yang memungkinkan suatu kapal memberi tahu kapal lain tentang keberadaan mereka di suatu daerah, serta informasi lainnya.

Yunani telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di kawasan itu, mencoba mengotak-atik wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki. Presiden Prancis Emmanuel Macron telah turun tangan untuk mendukung Athena, meskipun tidak memiliki garis pantai di sepanjang Mediterania Timur.

Turki sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania, telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak kedaulatan di wilayah tersebut.

Turki telah berulang kali mengatakan terbuka untuk menyelesaikan masalah dengan Yunani melalui dialog tetapi secara terbuka menolak prasyarat apa pun, termasuk operasi penghentian Oruç Reis, sebelum dimulainya negosiasi.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan kapal itu akan melanjutkan operasi eksplorasi lebih lama tetapi tidak ada perpanjangan penasehat yang dikeluarkan pada siang hari 13 September.

“Jika mereka ada menetapkan prasyarat untuk Turki, kami memiliki prasyarat juga dan prasyarat ini harus dipenuhi,” kata Cavusoglu dalam konferensi pers pada 12 September.

Menteri Pertahanan Hulusi Akar, yang mengunjungi distrik Kaş Antalya mengatakan pada 13 September bahwa Turki berada di pihak dialog dan solusi politik, “jika keinginan dan tuntutan kami dipenuhi.”

“Kami selalu memenuhi apa yang menjadi syarat dalam hubungan bertetangga yang baik dan kami mengharapkan hal yang sama juga dilakukan oleh pihak lain,” katanya kepada wartawan.

Menhan Akar pada 12 September juga mengatakan bahwa ada pihak “yang mencoba mengarahkan (Turki) dengan melampaui batas dan kemampuan mereka.”

“Kami tidak bisa menerima mereka,” katanya.

Sumber : Hurriyet Daily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here