Kapal Seismik Turki Oruc Reis Berlayar ke Mediterania Timur

0
30
Kapal Seismik Turki Oruc Reis

Negara telah mengeluarkan teleks navigasi baru yang memungkinkan kapal penelitian untuk melakukan kegiatan pada 12-22 Oktober

BERITATURKI.COM, Antalya – Kapal penelitian seismik Oruc Reis Turki meninggalkan Pelabuhan Antalya pada Senin pagi (12/10/2020) setelah deklarasi Navtex (teleks navigasi) selama 10 hari di Mediterania Timur.

Dalam sebuah posting Twitter, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Fatih Donmez mengatakan proses perawatan Oruc Reis telah selesai dan akan mengadakan aktivitas seismik di Mediterania Timur.

“Kami akan melanjutkan penelitian, pengeboran dan melindungi hak-hak kami,” kata Donmez, seraya menambahkan negaranya bertekad untuk menemukan sumber daya alam di kawasan itu, jika ada.

Navtex adalah sistem komunikasi maritim yang memungkinkan kapal memberi tahu kapal lain tentang keberadaan mereka di suatu daerah, serta informasi lainnya.

Oruc Reis menghentikan aktivitas penelitian dan eksplorasi seismik di wilayah tersebut beberapa waktu yang lalu, dan dimasukkan ke dalam pemeliharaan di provinsi pesisir Turki, Antalya.

Kapal tersebut mampu melakukan survei geologi, geofisika, hidrografi, dan oseanografi.

Ia juga berdiri sebagai salah satu kapal penelitian top dunia, memegang operasi seismik dua dimensi hingga kedalaman 15.000 meter (49.212 kaki) di laut dan menampung penelitian seismik dua dan tiga dimensi, gravitasi, dan geofisika magnetik.

Pada bulan Agustus, Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial, menolak niat baik Turki dalam menghentikan pencariannya.

Menyatakan kesepakatan Yunani-Mesir “batal demi hukum”, Turki mengizinkan Oruc Reis untuk melanjutkan aktivitasnya di suatu daerah di dalam landas kontinen Turki.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang berbasis di pulau-pulau kecil dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.

Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara dan administrasi Siprus Yunani di Siprus Selatan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here