Kagum pada Erdogan, Pebisnis Asal Ethiopia Ingin Hadiahkan Unta

0
83
Foto Anadolu Agency

BERITATURKI.COM, Addis Ababa, Ethiopia – Sebagian besar masyarakat di wilayah timur laut Afar Ethiopia banyak yang mengetahui perkembangan Turki dan presidennya. Pasalnya, mereka mengenal Turki dari lembaga batuan kemanusiaan Turki yang membantu mereka, yaitu Bulan Sabit Merah dan TIKA.  Banyak jejak bantuan Turki di wilayah tersebut, diantaranya sumur dan fasilitas lainnya.

Salah satunya ialah Ali Haider Yasin, pria berusia 38 tahun yang menjalankan organisasi non-pemerintahnya sendiri dari kantornya di kota Awash Arba, sekitar 240 kilometer timur laut ibukota Addis Ababa. Ia menuturkan bahwa ingin memberi Presiden Recep Tayyip Erdogan hadiah berupa unta.

Gayreo adalah nama yang Yasin berikan untuk salah satu untanya yang telah berkembang biak dan memiliki 2 ekor anak. Unta betina tersebut kini tengah hamil dan Yasin berencana memberikan unta-unta tersebut khusus untuk Presiden Erdogan.

Yasin sedang menunggu kesempatan untuk mewujudkan apa yang ia gambarkan sebagai hadiah sederhana kepada orang yang sangat ia hormati, yaitu Presiden Turki Erdogan. Yasin sendiri mengaku telah menyiapkan hadiah tersebut selama bertahun-tahun, namun ia tidak tahu bagaimana cara memberikannya pada Presiden Erdogan.

Kepada Anadolu Agency, Yasin mengungkapkan bahwa ia telah membuat artikel tentang cara tradisional memerah susu yang juga ingin ia berikan untuk Erdogan.

“Masalahnya adalah saya tidak tahu bagaimana saya bisa memberikan hadiah saya. Saya mencari Anda [Agensi Anadolu] dan saya bahkan tidak tahu apakah Anda dapat membantu saya dengan itu,” kata Yasin.

“Alasan mengapa saya ingin memberikan unta sebagai hadiah adalah karena unta adalah sebuah simbol hadiah terbaik bagi orang yang sangat Anda cintai, kagumi dan Anda hormati. Saya menghormati dan mengagumi Presiden Recep Tayyip Erdogan. Yang menonjol di antara tindakannya yang saya kagumi adalah dukungannya bagi dunia Muslim dan solidaritas yang ditunjukkannya ketika Israel menyerang Palestina. Dan juga sumbangan yang ia berikan kepada Palestina,” tutur Yasin.

“Saya menghormati rasa solidaritas yang ia miliki terhadap dunia Muslim,” tambahnya.

‘Presiden rakyat’

Foto-foto Presiden Erdogan menghiasi sebagian besar ruangan kantor Yasin yang terletak di sebuah vila yang juga ia gunakan sebagai tempat tinggal.

“Erdogan adalah presiden rakyat dan ia membantu kaum miskin serta kaum lemah,” katanya, menunjuk ke salah satu fotonya yang tergantung di dinding.

Yasin mengatakan bahwa ia kagum dengan kisah yang pernah ia dengar ketika mengunjungi Turki dua tahun lalu untuk perawatan medis usai kecelakaan. Kisah itu menceritakan bagaimana Erdogan menanggapi permintaan seorang anak untuk mengunjungi rumah orangtuanya hingga betapa sedihnya Erdogan saat melihat keluarga tersebut hidup dalam kondisi miskin.

“Dan saya melihat bahwa Turki mengelola perubahan besar yang terjadi di bawah kepemimpinannya. Inilah pria yang saya hormati dan kagumi,” katanya.

“Kadang-kadang saya bertanya mengapa Allah tidak menjadikan Turki tempat haji dan Umrah dan Ka’bah [ziarah Muslim]. Itu karena Islam dikatakan berasal dari dunia Arab, namun faktanya saya banyak melihat hal-hal yang tidak pantas justru dilakukan oleh orang Saudi. Erdogan jauh unggul dalam apa yang ia lakukan untuk Islam. Itulah yang membuat saya ingin memberinya unta,” lanjut Yasin.

“Tidak ada yang memotivasi saya untuk mengambil keputusan selain kebaikannya. Saya tidak mengharapkan imbalan apa pun. Saya putra keluarga petani tetapi saya berpendidikan. Jadi saya tidak membutuhkan imbalan apa pun,” tegas Yasin.

“Ini mungkin hal kecil baginya, tetapi itu memberi saya kebahagiaan untuk melakukannya. Saya memiliki bisnis pribadi, dan saya juga memiliki semacam LSM untuk membantu anak yatim. Saya mendukung masyarakat miskin dengan membangun sekolah,” tambah Yasin.

Yasin mendirikan LSM “Dagu Relief and Integrated Development Organization” setelah kecelakaan yang menimpanya tepat disaat kudeta yang berhasil digagalkan Turki pada tahun 2016. Sebelum kecelakaan itu, Yasin bekerja untuk Yepi Mekezi, sebuah perusahaan konstruksi besar yang membangun jalur kereta api di Ethiopia.

“Saya memutuskan untuk memberinya unta tepat setelah kudeta digagalkan. Saya menghubungi kedutaan dan memberi tahu mereka tentang rencana saya, tetapi mereka tidak menganggap saya serius. Seseorang mengusulkan agar saya datang ke kantor harian berita Anadolu Agency [di Addis Ababa],” katanya.

Panggilan hati untuk ikatan kerjasama yang lebih kuat

“Jika saya memiliki cara sendiri, saya akan membangun hubungan [Ethiopia] yang lebih kuat dengan Turki,” katanya.

“Ada banyak hal yang harus dipelajari Ethiopia dari Turki, khususnya Turki di bawah pemerintahan Erdogan. Saya mendengar dan melihat tentang perubahan yang telah terjadi di Turki, misalnya puluhan tahun yang lalu lira Turki bernilai lebih rendah daripada Ethiopia. Namun sekarang, apa pun yang Anda lihat di Turki adalah jauh lebih banyak hal hebat yang terjadi disana. Walikota kota kami harus mengunjungi kota-kota Turki dan menjalin kemitraan,” tutur Yasin.

“Orang-orang Rohingya menderita di bawah pemerintahan Myanmar. Namun Erdogan yang peduli dan mengangkat isu tentang mereka. Selain itu, lembaga bantuan Turki seperti Bulan Sabit Merah Turki telah membangun sumur dan fasilitas lainnya di Afar, dan karena hal itulah orang-orang Afar berusaha menjadi orang-orang yang memiliki sikap seperti Turki,” tambahnya.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here