Kader AK Party Terpilih Sebagai Presiden Majelis Umum PBB.

0
65

Volkan Bozkir menjadi warga negara Turki pertama yang memimpin Majelis Umum sebelum pertemuan bersejarah

BERITATURKI.COM, Washington DC|

Volkan Bozkır (Mantan Dubes Turki untuk PBB) pada hari Rabu kemarin, terpilih sebagai Presiden Majelis Umum PBB hari, Bozkir akan menjabat sebagai presiden menjelang Debat Umum ke-75 pada bulan September mendatang. 

Dalam pemungutan suara rahasia, Bozkir, yang merupakan calon tunggal untuk jabatan tersebut, mendapatkan 178 surat suara pendukung sedangkan 11 negara abstain. 

“Saya berterima kasih kepada semua negara anggota PBB, karena telah mempercayakan saya sebagai Presiden Majelis Umum PBB ke-75 dengan suara mayoritas,” kata Bozkir di Twitter. “Ketika kita menandai peringatan 75 tahun PBB, saya akan memandu upaya untuk berkontribusi bagi perdamaian internasional, di masa-masa sulit yang kita jalani.”

Bozkir yang saat ini juga merupakan anggota parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) dari Istanbul dan kepala Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Turki.

Dia terpilih sebagai anggota legislatif Turki pada tahun 2011 setelah hampir 40 tahun dalam dinas asing yang mencakup jabatan di Stuttgart, Jerman; Baghdad; New York dan Bukares, Romania. 

Dia juga menjabat sebagai Menteri Urusan Eropa dan Kepala Negosiator Turki untuk urusan luar negeri. 

Bozkir adalah warga negara Turki pertama yang memimpin Majelis Umum seluruh dunia itu. Dia akan menjabat pada bulan September dan memegang jabatan sebagai ketua umun selama satu tahun.

Kementerian Luar Negeri Turki juga menyampaikan ucapan selamat secara resmi yang disebarkan melalui kantor berita Turki Anadolu Agency dan akun resmi Twitter Ministry of Foreign Affairs of Turkey (@mfaturkey).

Ucapan selamat dari Kemenlu Turki kepada Duta Besar Volkan Bozkır yang terpilih sebagai Presiden UNGA (Ketua Majelis Umum PBB)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara resmi menyatakan pencalonan Duta Besar Bozkir dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada 17 September tahun lalu.

Tahun ini ia akan memimpin forum tahunan itu sebagai persiapan untuk bersidang dalam bentuk virtual untuk pertama kalinya dalam 75 tahun sejarah PBB karena pandemi #Covid-19.

Para pemimpin dunia biasanya diiringi oleh delegasi-delegasi besar ketika mereka bersidang di New York untuk pertemuan tahunan, sebuah kesempatan langka untuk bertemu dengan sesama pemimpin dari negara-negara di seluruh dunia. 

Tahun ini seharusnya menjadi pertemuan khusus dengan badan internasional yang merayakan hari jadinya yang ke-75, tetapi karena alasan virus yang masih bertahan, langkah-langkah alternatif di seluruh dunia sedang dilakukan sesuai dengan Protokol WHO.

Presiden Majelis Umum saat ini Tijjani Muhammad-Bande mengatakan kepada wartawan Senin lalu, “Para pemimpin dunia tidak dapat datang ke New York karena mereka tidak dapat datang hanya sebagai individu,” merujuk pada rombongan besar yang biasanya menyertai mereka.

Muhammad-Bande mengatakan dia berharap untuk mengklarifikasi dalam dua minggu ke depan bagaimana Debat Umum akan dilakukan. AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here