Juru Bicara Republik Turki: Pendukung Haftar Berada di Sisi Yang Salah.

0
47
Ibrahim Kalin
Ibrahim Kalin, Jubir Republik Turki.

“Dukungan yang diberikan Pemerintah Turki kepada Pemerintah sah Libya dibawah GNA kontra Haftar tidak lain adalah untuk menciptakan keseimbangan di negara tersebut”, kata Ibrahim Kalin.

BERITATURKI.COM, Ankara (26/06)
Negara-negara seperti Prancis yang mendukung Jenderal bergaya cowboy Khalifa Haftar di Libya berada di sisi sejarah yang salah, juru bicara kepresidenan Turki mengatakan Senin (kemarin) dari kantor kepresidenan Ankara.

Dalam wawancara langsung dengan saluran France 24, Ibrahim Kalin mengatakan: “Kami percaya bahwa siapa pun yang masih mendukung Haftar berada di pihak yang salah dalam konflik Libya.”

Dia menekankan bahwa pendukung Haftar harus menyadari bahwa dia (haftar, red.) bukanlah mitra yang dapat diandalkan di Libya.

“Turki mengirim beberapa penasihat untuk membantu mereka [pemerintah Libya] untuk membawa keseimbangan dalam konflik di negara kaya minyak tersebut,” tambahnya.

Dia menegaskan perlunya solusi politik di Libya, yang juga diminta oleh kepala Pemerintah Libya Fayez Mustafa al-Sarraj.

Dia kemudian mengatakan bahwa Haftar, yang berbasis di Libya Timur, terus menyerang rakyatnya sendiri, mengirimkan riak-riak kekerasan ke seluruh negeri.

Pemerintah Libya, yang telah diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019, melancarkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan di ibu kota Tripoli dan bagian lain Libya barat laut.

Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB.

Awal tahun ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan lebih dari 2.000 tentara bayaran yang dikirim melalui grup swasta Wagner Group, tangan Rusia telah ikut bertempur di negara yang dilanda perang.

Konflik Suriah dan S-400

Kalin juga menyentuh konflik di Suriah dan ketegangan dengan pemerintah AS atas pembelian sistem pertahanan S-400 dari Rusia.

Perbedaan Turki dengan Prancis dan AS pada Suriah adalah karena dukungan yang terakhir untuk teroris PKK cabang Suriah yakni PYD/YPG, katanya.

Dia kemudian mengatakan Ankara menunda aktivasi sistem S-400 karena wabah COVID-19. Namun, Kalin melanjutkan, Turki terbuka untuk negosiasi jika AS setuju untuk mengirim rudal Patriot.

Akuisisi Turki atas sistem pertahanan udara Rusia S-400 yang canggih mendorong AS untuk menghapus Turki dari program F-35 pada Juli lalu. AS berpendapat sistem itu dapat digunakan oleh Rusia untuk secara diam-diam mendapatkan rincian rahasia pada jet, dan tidak kompatibel dengan sistem NATO.

Turki, bagaimanapun, menentang bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi NATO lainnya. Demikian Kalin. [AA]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here