Jubir AK Party: Yunani Telah Menjadi Negara Nakal di Mediterania Timur

0
87

Turki tidak akan menerima dan memaafkan tindakan atau gertakan apa pun terhadap ‘Tanah Air Biru’ maritimnya, sebut juru bicara AKP Ömer Çelik.

BERITATURKI.COM, Ankara| Juru bicara Partai Berkuasa di Turki (AK Parti) mengatakan bahwa Yunani sekarang adalah negara nakal di Laut Mediterania Timur, dan sudah melampaui batas yang harus dimilikinya.

Turki tidak akan menerima atau memaafkan setiap tindakan atau gertakan terhadap kebijakan “Tanah Air Biru” di wilayah maritimnya, sebut Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party), dalam siaran pers kepada wartawan setelah pertemuan dewan partai.

Mengenai klaim Athena bahwa Turki telah melanggar hak-hak Yunani di wilayah tersebut, Celik mengatakan bahwa di Mediterania Timur, Turki melakukan aktivitasnya di sepanjang landas kontinen dan zona maritimnya, dan ini tidak ada hubungannya dengan Yunani.

Ia menekankan bahwa Yunani membuat kesalahan langkah di kawasan itu, dia memperingatkan bahwa kesalahan langkah ini akan mengakibatkan kekalahan tajam bagi Athena.

Dia juga mengecam negara-negara Eropa yang mencoba melakukan standar ganda di Mediterania Timur (Tidak mencegah upaya maksimalis Yunani namun mendorong negoisasi), ia mengatakan bahwa jika UE mencoba menjadi aktor yang dapat diandalkan (untuk perdamaian kedua belah pihak), tidak akan dapat diandalkan tanpa memandang Turki.

Mengenai tindakan di kawsana, Prancis -yang telah mendukung upaya Yunani untuk membatasi Turki ke pantainya- dia mengatakan Prancis tidak mendapatkan apa-apa dengan membawa jet perang ke Mediterania Timur atau mengadakan latihan dengan pemerintah Siprus Yunani.

Bulan lalu, dua jet tempur Angkatan Udara Prancis dan sebuah pesawat kargo C-130 mendarat di Siprus Selatan Yunani di bawah perjanjian kerja sama pertahanan.

Jika Presiden Prancis Emmanuel Macron mencoba menarik garis merah di “Mavi Vatan” (atau Tanah Air Biru) Turki, Kami akan menanggapi dengan cara yang sama, tambah Çelik.

Yunani telah berusaha untuk secara ilegal membatasi wilayah maritim Turki, mencoba memasukkannya ke pantainya yang didasarkan pada pulau-pulau kecil Yunani di dekat pantai Turki.

Turki berpendapat bahwa kedua belah pihak harus duduk berdialog untuk mencapai apa yang disebut “win-win solution” berdasarkan pembagian yang adil.

Yunani juga baru-baru ini melakukan latihan militer bersama -termasuk dengan Prancis- yang dimaksudkan untuk menggertak Turki agar menghentikan eksplorasi energi, serta pulau-pulau Aegean yang dipersenjatai secara ilegal, dimana telah melanggar perjanjian perdamaian yang telah berlangsung lama.

Perjanjian pembatasan maritim Athena baru-baru ini dengan Mesir juga melanggar landas kontinen dan hak maritim Turki, yang memicu ketegangan lebih lanjut antara kedua tetangga tersebut.

Pendekatan partisan Prancis yang mendorong Athena semakin memperburuk ketegangan di kawasan yang sedang diperebutkan itu.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here