Jerman inginkan normalisasi hubungan dengan Turki

0
47

Berlin inginkan normalkan hubungan dengan Ankara, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan pada hari Sabtu menjelang kunjungan ke Turki untuk bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Ditanya mengenai rencana Erdoğan untuk mengunjungi Jerman bulan depan dalam sebuah wawancara dengan harian Jerman Kolner Stadt-Anzeiger yang diterbitkan pada hari Sabtu lalu, Maas mengatakan bahwa hal-hal yang telah menjadi topik diskusi untuk beberapa waktu akan kembali dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Juga jelas bahwa kami ingin normalisasi lebih lanjut hubungan timbal balik kami,” kata Maas sambil menambahkan bahwa sebagai sebuah negara dengan tiga juta komunitas Turki yang kuat, mereka memiliki kepentingan vital dalam hal ini.

Maas mengatakan kegiatan militer Turki di Afrin Suriah barat laut juga akan dibahas selama kunjungan Erdoğan.

Media Jerman mengklaim Erdogan akan mengunjungi Jerman pada akhir September. Itu belum dikonfirmasi oleh Turki. Ini akan menjadi kunjungan resmi pertama Erdoğan ke Jerman sejak 2014, dan yang pertama sejak mengambil alih kepresidenan Turki, jelas media Circulation Daily.

Rencana untuk kunjungan tersebut mencerminkan upaya untuk membangun kembali hubungan yang tegang antara Jerman dan Turki.

Tahun lalu terjadi kontroversi atas unjukrasa politik di Jerman menjelang referendum Turki tentang perubahan konstitusi. Otoritas Jerman telah melarang Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (AK Party) untuk mengorganisir acara kampanye dengan alasan keamanan, tetapi mentolerir mereka dari partai oposisi. Pemerintah Turki menanggapi dengan menuduh Jerman menggunakan “metode Nazi.” Hubungan antara kedua sekutu NATO mencapai titik terendah baru menyusul kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Para politisi Jerman telah mengecam keras serangan keamanan Turki sejak kudeta, yang menyebabkan ribuan warga Turki dipenjarakan karena kaitan dengan Gülenist Terror Group (FETÖ), termasuk sekitar belasan warga Jerman, dalam penyidikan yang menargetkan berbagai kelompok teror.

Ankara telah mengkritik Berlin karena tidak menyerahkan pencari suaka yang menuduh telah turut terlibat dalam kudeta yang gagal, yang menyebabkan kematian 250 orang dan melukai 2.200 orang lainnya. (Yn)

Sumber:Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here