Jenderal Hulusi Akar: “Mereka Yang Berencana Menjatuhkan Turki Bersiaplah Untuk ‘Frustrasi'”

0
153

Kepala pertahanan Turki menyarankan Yunani untuk tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk kepentingan negara lain, Turki siap duduk bersama, Ujarnya.

BERITATURKI.COM, Izmir – Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, di sela-sela kunjungan ke Markas Pendidikan Militer Udara Turki (Hava Eğitim Komutanlığı) di Provinsi Izmir menyampaikan bahwa Mereka yang berkomplot melawan Ankara akan dibuat frustrasi, kata menteri pertahanan Turki pada hari Jumat (11/09) mengacu pada perkembangan terkini di Mediterania Timur.

Menhan Turki Hulusi Akar di Kota İzmir (doc. TC. Millî Savunma Bakanlığı/MSB)

Berbicara pada upacara militer di provinsi Aegean Izmir, Hulusi Akar mengatakan untuk meredakan ketegangan di Mediterania Timur, beberapa kalangan hanya perlu tetap diam (merujuk kepada Provokasi Presiden Prancis Emanuel Macron kepada Yunani).

“Mereka tidak perlu melakukan apa-apa, diam saja,” katanya, menasihati Yunani agar tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan oleh orang lain.

Ketegangan baru-baru ini meningkat karena masalah eksplorasi energi di Mediterania Timur.

Yunani telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di kawasan itu, mencoba mengotak-atik wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil dekat pantai Turki. Presiden Prancis Emmanuel Macron telah turun tangan untuk mendukung Athena, meskipun tidak memiliki garis pantai Mediterania Timur.

Turki -negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania- telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak di wilayah tersebut.

Untuk mengurangi ketegangan, Turki telah menyerukan dialog untuk memastikan pembagian sumber daya yang adil.

Menyinggung pernyataan Macron, menteri pertahanan Turki berkata: “Mereka mencoba mengganggu persatuan dan integritas kita dengan melampaui batas.”

Pada hari Kamis, menjelang pertemuan puncak negara-negara anggota UE bagian selatan, Macron dilaporkan berkata: “Kita harus bersikap keras dengan pemerintah Turki (sekarang), dan bukan dengan rakyat Turki, mereka (rakyat Turki) berhak mendapatkan lebih dari pemerintah Erdogan.”

Dalam beberapa hari terakhir tensi di laut Mediterania semakin menegang, setelah ada campur tangan Prancis di Laut Mediterania Timur dimana Prancis tidak memiliki landas kontinen apapun disana. Wakil Presiden Turki telah jauh-jauh hari mengingatkan peran maksimalis Prancis ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Sementara itu Turki secara politik baik Incumbent dan Oposisi tetap sepakat “satu kata” mengenai kedaulatan Republik Turki di Luut Mediterania Timur.

Partai Oposisi Utama Turki, CHP memberikan dukungan mereka terhadap Kebijakan Politik Luar Negeri (Pollugri) Pemerintah Erdogan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here