Italia Mengembalikan Artefak Kuno Berusia 1.800 Tahun ke Turki

0
33
Artefak kuno tersebut diserahkan kepada pejabat Turki di Florence, Italia, 19 September 2020. (Foto AA)

BERITATURKI.COM, Florence (Italia) – Pihak berwenang Italia menyerahkan sebuah artefak bersejarah yang berasal dari era Lycian kuno kepada misi luar negeri Turki setelah beberapa dekade perselisihan peradilan tentang kepemilikan, kata utusan Turki untuk Roma, Sabtu (19/09/2020).

Artefak bersejarah tersebut diperkirakan berusia sekitar 1.800 tahun dan menggambarkan penyesalan orang tua yang putranya melakukan pencurian. Artefak itu diselundupkan keluar dari Turki ke Italia dan ditemukan oleh otoritas Italia selama penggerebekan pada tahun 1997.

Duta Besar Murat Saim Esenli dan delegasi pendampingnya menerima artefak dari Claudio Mauti, seorang perwira Italia yang bertanggung jawab atas departemen anti-penyelundupan.

Esenli mengatakan proses peradilan berlanjut selama lebih dari dua dekade, dan dia memuji pihak berwenang Italia karena merawat artefak dengan baik di tengah proses, menambahkan bahwa kementerian Turki membentuk koordinasi untuk membawanya pulang.

Diplomat Turki tersebut mengatakan kembalinya prasasti tersebut akan meningkatkan hubungan baik antara Ankara dan Roma, dan langkah tersebut memiliki aspek sejarah, akademis, birokrasi dan yudisial.

Turki dan Italia menikmati hubungan positif dalam koordinasi budaya ketika Italia mengembalikan vas kuno pada tahun 1991, menurut Esenli yang mengatakan penyelundupan artefak sejarah masih terus berlanjut dan kedua negara harus mencapai kesepakatan mengenai perlindungan properti budaya.

Luca Brachi, seorang anggota parlemen yang mewakili pihak Turki selama persidangan, mengatakan prosesnya diperpanjang karena hakim yang bertanggung jawab atas kasus tersebut diubah, tetapi dia senang dengan kesimpulan tersebut.

Pengadilan Italia memutuskan 5 November 2019, bahwa artefak itu milik Turki, yang secara resmi memulai proses pengembalian permata bersejarah, yang diambil dari Kuil Apollo Aksyros di provinsi Manisa, Turki.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here