IT-CEPA, Perundingan Indonesia-Turki dalam Upaya Tingkatkan Hubungan Perdagangan

0
74

BERITATURKI.COM, Jakarta – IT-CEPA atau Indonesia-Turkey Comperhensive Economic Partnership Agreement antara Turki dan Indonesia ditargetkan rampung dalam enam bulan kedepan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Turki Faruk Kaymakci.

Mengutip Anadolu Agency, Kaymakci menyatakan bahwa pihaknya berharap finalisasi dari negosiasi tersebut dapat dirampungkan dan dijalankan secepatnya. Usai Pertemuan Kementerian Luar Negeri MIKTA ke-14 di Yogyakarta pada Kamis, 14 Februari 2019, Kaymakci juga mengatakan Indonesia dan Turki menargetkan nilai perdagangan mencapai USD10 miliar karena kedua negara memiliki potensi perdagangan yang besar.

“Turki memiliki jaringan perdagangan dengan negara-negara di Uni Eropa dan juga menjadi jembatan bagi negara timur dan barat. Kita bisa bekerja sama dengan Indonesia di Asia, Afrika, dan negara-negara lainnya dengan potensi yang besar ini,” kata Kaymakci kepada Anadolu Agency.

Menurut Kaymakci, Turki telah mengembangkan industri militer yang sangat kuat dari mulai tank, helikopter, hingga kapal selam. Maka dari itu, lanjutnya, Turki ingin memberikan porsi lebih dalam kerja sama di bidang industri pertahanan.

Dalam rangka meningkatkan hubungan perdagangan negara, pada Januari 2018 Turki dan Indonesia untuk pertama kalinya menggelar Perundingan IT-CEPA, serta pada Januari 2019 putaran ketiga perundingan itu pun dilangsungkan.

Ni Made Ayu Marthini, Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan menuturkan bahwa terdapat enam kelompok kerja yang turut serta dalam forum perundingan ketiga, yaitu kelompok kerja yang membahas berbagai isu terkait perdagangan barang seperti akses pasar dan draf teks; bea cukai dan fasilitas perdagangan (CTF); trade remedies (TR); hambatan teknis perdagangan (TBT), sanitasi dan fitosanitasi (SPS), serta isu legal perjanjian.

Menurut Made kepada Anadolu Agency, perundingan IT CEPA dilakukan secara inkremental dengan tahap awal di bidang perdagangan barang yang kemudian akan dilanjutkan pada bidang perdagangan jasa, investasi, dan bidang lainnya yang akan ditentukan kemudian.

Tercatat total perdagangan Indonesia-Turki pada tahun 2017 mencapai USD 1,7 miliar dengan surplus sebesar USD 634,9 juta bagi Indonesia. Sedangkan aktivitas ekspor Indonesia ke Turki di tahun 2017 yang berupa karet alam, benang, serat stapel tiruan, benang filamen sintetis, dan minyak kelapa sawit, tercatat mencapai nilai sebesar USD 1,16 miliar.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here