Istanbul, Kota dengan Jumlah Pengungsi Suriah Terbanyak di Turki

0
78

Istanbul. Turki menjadi rumah bagi lebih dari 3,5 juta pengungsi Suriah, dan Istanbul menjadi kota yang paling banyak menampung pengungsi, berdasarkan laporan yang disajikan kepada Parlemen baru-baru ini.

Laporan yang disiapkan oleh otoritas pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan jumlah siswa Suriah yang terdaftar di sekolah-sekolah Turki menunjukkan bahwa terdapat 559.058 pengungsi dari Suriah, yang dilanda perang, berada di Istanbul. Selain Istanbul, kota Şanlıurfa, Hatay, Gaziantep, Adana, Bursa, menjadi tujuan para pengungsi.

Laporan oleh otoritas migrasi yang dikelola negara tersebut menunjukkan lebih dari 3,4 juta pengungsi Suriah terdaftar secara resmi tahun lalu, dan jumlah ini naik menjadi lebih dari 3,5 juta pada 15 November. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa 460.064 warga Suriah tinggal di Şanlıurfa dan 440.089 warga Suriah lainnya tinggal di Hatay. Terdapat 10 kota dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu sekitar 2,8 juta pengungsi, sementara sisanya tersebar di seluruh negeri.

Sejak tahun2011, Turki telah menerima aliran konstan pengungsi Suriah yang melarikan diri dari konflik dan jumlah mereka telah meluas dari hanya ribuan menjadi jutaan. Sejauh ini, Turki telah menghabiskan lebih dari $ 30,2 miliar untuk kesejahteraan mereka.

Konflik di Suriah yang dimulai pada tahun 2011 telah membunuh ratusan ribu orang dan memaksa lebih dari 5 juta orang mengungsi, sementara lebih dari 7 juta orang mengungsi. Mayoritas pengungsi berlindung di Turki, Yordania dan Libanon, dengan Turki menjadi tuan rumah bagi sejumlah besar pengungsi. Sebagian dari mereka telah berusaha untuk mencapai Eropa melalui Laut Aegea dan Laut Tengah, namun ratusan pengungsi kehilangan nyawa dalam perjalanan ke Yunani dan negara-negara pesisir lainnya.

Badan Penanganan Bencana dan Kondisi Darurat Turki

Otoritas Manajemen (AFAD) telah memimpin upaya untuk melindungi para pengungsi. Awalnya otoritas tersebut dibentuk untuk membantu korban bencana, AFAD ditugaskan untuk menampung pengungsi di tengah krisis Suriah. Di sekitar 14 pusat penyaluran bantuan akomodasi, termasuk tenda dan unit rumah prefabrikasi modern, AFAD telah berhasil menampung 174.256 pengungsi Suriah. Sisanya tinggal di rumah yang mereka sewa, beli, atau di rumah yang disediakan oleh badan amal yang berada di 81 provinsi Turki.

Kamp modern menyediakan akses bagi para pengungsi ke semua layanan dasar, mulai dari pendidikan hingga kursus pelatihan kejuruan. Pendidikan adalah perhatian utama bagi para pengungsi saat pemuda dan anak-anak menjadi mayoritas dari warga Suriah yang berlindung di Turki. Turki sejauh ini telah menjangkau lebih dari 610.000 anak-anak Suriah dalam upaya untuk memberi mereka pendidikan. Mereka menghadiri sekolah umum, sekolah yang dikelola oleh badan amal dan sekolah yang didirikan di beberapa kamp pengungsi.

Ankara sering mengkritik komunitas internasional karena tidak memberikan bantuan kemanusiaan yang cukup bagi para pengungsi di Turki dan tidak menerima lebih banyak pengungsi. Turki juga terus mencari upaya untuk memastikan kembalinya para pengungsi ke bagian-bagian wilayah Suriah yang aman dan terbebas dari kelompok-kelompok teroris. Sejauh ini, lebih dari 281.000 orang telah kembali ke rumah setelah Turki meluncurkan operasi lintas batas pertamanya pada tahun 2016 untuk mendukung Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dalam upaya menyelamatkan kota-kota Suriah utara dari kendali kelompok teroris Daesh.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here