Intelijen Turki Bebaskan Warga Negara Italia Yang Diculik Al-Shabab di Kenya.

0
87
Silvia Constanzo Romano
Silvia Romano, Warga Italia yang dibebaskan oleh Intelijen Turki
Ibunda Romano terharu menyambut anaknya di bandara Italya, Minggu (10/05) Kemarin

BERITATURKI.COM, Ankara (11/05). Silvia Romano, seorang relawan kemanusiaan berkebangsaan Italia yang diculik 18 bulan lalu di Afrika Timur, mendarat di Roma pada hari Minggu (10/05) kemarin setelah dibebaskan atas bantuan dari Badan Intelijen Nasional Turki/Milli Istihbarat Teskilati (MİT).

Menurut informasi yang diberikan oleh sumber keamanan Turki, pihak berwenang Italia telah meminta bantuan MIT untuk membebaskan Silvia Constanzo Romano, seorang warga negara Italia berusia 25 tahun, yang telah diculik dan dibawa ke Somalia pada November 2018 di wilayah Chakama Kenya. Setelah itu, MIT meluncurkan studi tentang situasi Romano pada Desember 2019. Mengaktifkan jaringan intelijen lokal di wilayah tersebut, MİT pertama kali menentukan bahwa Romano masih hidup.

Pada akhir 2018, Sejumlah pria bersenjata menangkap Romano, yang bekerja untuk badan amal Italia bernama Africa Milele, di Kenya tenggara.

Dia ditemukan di Somalia, sekitar 30 km (19 mil) di luar ibukota Mogadishu, dan dibebaskan berkat upaya oleh badan intelijen eksternal, kata Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio.

“Telah ada kerja sama dengan dinas intelijen Turki di wilayah itu yang menemukannya dan untuk mengambil tindakan pada waktu yang tepat,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Italia Marina Sereni kepada saluran televisi LA7.

Media Italia menekankan bahwa Romano diselamatkan melalui upaya bersama oleh badan intelijen Turki, Somalia dan Italia. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikannya, meskipun kelompok teroris al-Shabaab dicurigai adalah dalang dibalik penculikan tersebut.

Romano mendarat di bandara Ciampino Roma dengan menggunakan jet khusus pemerintah Italia sekitar pukul 14:00 (1200 GMT) siang kemarin.

Diselamatkan dari operasi yang diadakan pada 8-9 Mei setelah 18 bulan penahanan, Silvia Romano tiba di Bandara Ciampino di ibu kota Roma pada siang hari dengan jet pribadi milik negara Italia.

Romano, disambut oleh Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio dan keluarganya, sementara gadis berusia 25 tahun itu pada keterangan pers menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang berkontribusi dalam penyelamatannya.

“Saya baik-baik saja, untungnya, baik secara fisik maupun mental. Saya sekarang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga saya. Saya sangat senang bisa kembali setelah sekian lama,” kata Romano pada saat kedatangan dalam sebuah video yang diposting di harian online web Corriere della Sera.com.

Dikawal oleh pria bertopeng dari dinas intelijen, Romano untuk sementara melepaskan masker wajah pelindungnya untuk melambai ketika dia menuruni tangga dari jet angkatan udara Italia sebelum memeluk kerabat yang menunggunya di bandara.

Di lingkungan rumahnya di Milan, lonceng gereja menyambut kedatangannya, dengan banyak orang di balkon mereka, SKY TG24 menunjukkan.

Romano diperkirakan akan bertemu jaksa di Roma pada hari Minggu nanti.

Romano disambut keluarga dan PM ITalia, Giuseppe Conte (10/05).

Conte mengatakan bahwa gugus tugas yang bekerja untuk membebaskan Romano sampai pada tahap akhir “selama beberapa bulan terakhir,” setelah memiliki bukti bahwa dia masih hidup. Dia menambahkan bahwa rincian tidak diungkapkan sehingga tidak mengganggu operasi.

“Kami sangat senang menyambut Silvia kembali di saat yang sulit untuk negara ini. Negara akan selalu hadir, untuk menyelamatkan warga kami,” kata Conte.

Dia berterima kasih atas upaya-upaya dari dinas intelijen, kehakiman dan kementerian pertahanan dan luar negeri, dan semua terlibat dalam pembebasan wanita muda itu.

Silvia Constanzo Romano tersenyum setelah diselamatkan oleh MIT Turki bekerjasama dengan Intelijen Somalia, dengan memakai tas lambang MIT Turki.

“Saya benar-benar meledak dengan sukacita pada saat ini. Tetapi sulit bahkan hanya untuk berpikir, tolong biarkan saya bernapas. Saya perlu menahan goncangan, kebahagiaan begitu besar sehingga meledak,” kata ayah Silvia, Enzo seperti dikutip oleh beberapa surat kabar Italia pada hari Minggu, kemarin. (Disadur dari aa.com.tr. & dailysabah.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here