Institut Yunus Emre Turki Mengincar Ekspansi Global Pada Tahun 2022

BERITATURKI.COM, Ankara – Pada peringatan 700 tahun meninggalnya penyair ikonik Turki Yunus Emre, UNESCO menyatakan tahun 2021 sebagai tahun peringatannya. Setelah itu, Turki mengeluarkan surat edaran yang menyatakan 2021 sebagai “Tahun Yunus Emre dan bahasa Turki.” Inisiatif ini diambil bertujuan untuk mengenang Yunus Emre dan mempromosikan bahasa dan budaya Turki di seluruh dunia, serta membawa antusiasme ke Yunus Emre Institute. Terlepas dari dampak negatif pandemi, lembaga tersebut telah menyelenggarakan lebih dari 500 acara yang berhubungan dengan Yunus Emre tahun lalu.

Saya telah berbicara dengan Ketua Yunus Emre Institute Dr. Şeref Ateş, yang menekankan bahwa mereka tidak hanya berangkat dengan tujuan terbatas untuk memperkenalkan Yunus Emre ke dunia, dia berkata: “Yunus Emre memang kepribadian intelektual yang menyinari dirinya sendiri. Namun, setiap masyarakat memiliki Yunus Emre sendiri. Oleh karena itu, kami memperingatinya di pusat-pusat kebudayaan kami di luar negeri bersama dengan rekan-rekannya masing-masing. Misalnya, dengan Dante di Italia, dengan Erasmus di Belanda dan dengan Konfusius di Cina. Ini karena pandangan fundamental mereka didasarkan pada kesatuan. Dengan kata lain, fakta bahwa segala sesuatu yang diciptakan di alam saling mendukung. Sementara banyak yang menyebut ini sebagai ‘humanisme,’ bagi kami yang setara adalah konsep ‘kesatuan.’”

Lebih Tertarik pada Yunus Emre

Berdasarkan data konkret, dapat dikatakan bahwa orang asing menyatakan minatnya pada proyek-proyek ambisius ini. Menurut Ateş, sebagai hasil dari kegiatan yang berkaitan dengan tahun Yunus Emre, minat terhadap Yunus Emre meningkat terutama di negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Dia mengutip peningkatan penjualan digital karya penyair sebagai buktinya: “Kami selalu mencoba untuk mengekspresikan pemikiran Yunus Emre dalam kerangka universal. Akibatnya, kesadaran serius pun muncul. Selain itu, Yunus Emre sendirilah yang meletakkan dasar pertama bagi bahasa Turki untuk menjadi bahasa komunikasi, seni, budaya dan filsafat. Itulah mengapa mengajar bahasa Turki adalah prioritas utama kami tahun lalu.”

Ketua Yunus Emre Institute Dr. Şeref Ateş

“Untuk pertama kalinya tahun lalu, 125.000 orang dari seluruh dunia berpartisipasi pada kursus bahasa Turki kami setidaknya selama tiga bulan. Kami menciptakan platform simultan untuk memberikan pendidikan jarak jauh dalam bahasa Turki dan membuka kursus gratis untuk 20-30 orang, dan orang-orang dari berbagai belahan dunia tersebut mampu mengikuti kursus tersebut. Mereka yang hadir enam jam seminggu selama tiga bulan dan mengikuti ujian akhir mendapatkan sertifikat. Sementara mereka sangat puas akan program kami ini. Ada juga dari peserta didik kami yang terus melanjutkan program kursus bahasa Turki di tempat kami. Kami juga menyelenggarakan kompetisi film pendek pada akhir tahun 2021 dan menerima lebih dari 3000 pendaftaran dari seluruh dunia. Partisipasi yang tinggi ini menunjukkan bahwa lingkup pengaruh kami secara bertahap terus berkembang,” kata Ateş.

Tidak Ada Kendala Meski Pandemi

Patut dicatat bahwa institut ini menerima lebih banyak perhatian dan permintaan tahun lalu daripada yang mereka harapkan, dan sangat mengejutkan bahwa minat terhadap bahasa Turki memuncak ketika kehidupan terhenti karena pandemi COVID-19.

“Selama pandemi, pendaftaran untuk kursus bahasa Turki meningkat, terutama online. 10.000 pendaftar berasal dari Italia saja. Sementara permintaan di sebelumnya sebagian besar datang dari Timur Tengah dan Asia Tengah, selama pandemi permintaan datang dari tempat-tempat yang tidak pernah kita duga, seperti Amerika Selatan, Eropa dan Asia tenggara. Misalnya di Malaysia, setidaknya ada 10.000 mahasiswa yang menghadiri,” kata Ateş.

Ketika ditanya apakah sulit untuk menanggapi dengan cepat meningkatnya permintaan selama pandemi yang membuat semua orang lengah, Ateş mengatakan, rahasianya tersembunyi dalam sifat yang dimiliki orang Turki: pemikiran praktis dan kemampuan untuk menemukan solusi praktis dan mengambil tindakan segera dalam menghadapi masalah yang cepat.

Peran Film dan Serial Turki

Tidak diragukan lagi, film dan serial TV Turki telah memainkan peran besar dalam minat terhadap bahasa Turki dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masyarakat asing tidak hanya tertarik pada Turki karena produksi yang mereka tonton. Ateş berpendapat bahwa produksi semacam itu secara otomatis meningkatkan minat di Turki, orang-orang Turki dan struktur keluarga Turki.

“Khususnya di negara-negara Amerika Latin, serial TV dan film Turki merupakan sumber motivasi penting untuk belajar bahasa Turki. Namun, juga dimungkinkan untuk berbicara tentang minat yang dihasilkan dari motif termasuk struktur keluarga, ikatan antar manusia dan solidaritas. Kesadaran tentang Turki secara bertahap meningkat berkat serial TV Turki,” kata Ateş, ia juga menambahkan bahwa para duta besar telah meminta agar pusat bahasa dibuka di negara mereka.

“Baru-baru ini, Duta Besar Chili (untuk Turki) mengunjungi (Ibu Negara) Ny. Emine Erdoğan dan meminta Institut Yunus Emre untuk didirikan cabang nya di negaranya. Tepat setelah saya mengundang duta besar dan kami berbicara. Dia datang ke Turki 5-6 bulan yang lalu. Dia berkata ‘Saya sudah mengikuti Yunus Emre dan saya menyadari bahwa umat manusia membutuhkan pemikirannya. Kedua, ketika Anda datang, kepercayaan dibangun antara orang-orang Turki dan Chili dan kemudian perdagangan pun juga berkembang.’ Dengan kata lain, tidak ada perdagangan tanpa kepercayaan. Inilah mengapa kami berusaha membangun kepercayaan daripada menciptakan persepsi atau citra saat mengajar bahasa Turki dan mengorganisir acara budaya, seni dan keahlian memasak,” kata Ateş.

100 Pusat Bahasa Pada Ulang Tahun Keseratus Republik Turki

Ateş lebih lanjut menyoroti tujuan institut untuk mencapai total 100 pusat bahasa pada tahun 2023, tepatnya ketika Turki akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-100 tahun. Dia menambahkan bahwa meskipun mereka jauh dari jumlah dengan 64 pusat sampai sekarang, mereka bekerja menuju tujuan dan akan membuka 10 pusat lagi pada akhir tahun 2022.

“Membuka pusat budaya dan bahasa di suatu negara adalah prosedur yang sulit. Anda juga perlu membuat kesepakatan budaya antar negara atau struktur independen seperti di Belanda, Belgia, Amerika dan Jepang. Tujuan kedua adalah mempopulerkan bahasa Turki. Rasa percaya diri kita sudah meningkat berdasarkan apa yang kita alami pada tahun 2021. Jika kita bisa mencapai 125.000 orang dengan prosedur kerja normal, itu berarti kita bisa dan harus meningkatkan jumlah ini menjadi 250.000 atau bahkan 500.000. Ketiga, kami akan memusatkan pekerjaan kami di bagian dunia tertentu tahun ini, misalnya benua Afrika, ada lebih dari 50 negara di sana. Hal yang sama berlaku untuk negara-negara di Amerika Latin dan Timur Jauh. Kami berencana untuk fokus pada tiga bagian dunia ini dalam hal pusat budaya, kegiatan dan pendidikan Turki.”

Sumber : Dailysabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here