Insiden Rasisme Menimpa Tim Sepakbola Turki di Prancis, Pertandingan Liga Champions Dihentikan

0
53

Klub Sepakbola İstanbul Basaksehir mengatakan para pemain menolak untuk bermain setelah dugaan pernyataan rasis oleh ofisial ke-4 kepada asisten manajer Webo

BERITATURKI.COM, Paris- Pertandingan Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain dari Prancis dan Medipol Basaksehir dari Turki pada Selasa malam ditunda setelah dugaan pernyataan rasis yang menargetkan staf teknis klub Turki.   

Pada menit ke-17 pertandingan di Parc des Princes, asisten manajer Basaksehir Pierre Webo dari Kamerun berdebat dengan wasit pertandingan tentang suatu posisi.

Tweet anti rasisme yang menimpa salah satu asisten pelatih İstanbul Başakşehir Webo, di retweet oleh hampir 200 ribu pengguna dan disukai oleh hampir setengah juta netizens (08/12)

Tapi wasit keempat memperingatkan wasit untuk mengusirnya. Webo mengklaim bahwa dia menghadapi komentar rasis dari ofisial ke-4. Tim Turki pergi ke ruang ganti untuk memprotes pejabat itu.

Menyusul insiden tersebut, ketua Basaksehir Goksel Gumusdag mengatakan bahwa tim Turki tidak akan kembali dari ruang ganti jika ofisial ke-4 tetap berada di lapangan di tengah dugaan pernyataan rasis terhadap Webo.

Gumusdag menambahkan bahwa ofisial keempat telah dibebaskan dari tugasnya untuk pertandingan hari Rabu.

Banyak klub Turki, Federasi Sepakbola Turki, juga Paris Saint Germain me-retweet dan menunjukkan dukungan untuk tweet “No To Racism” Basaksehir, memprotes insiden tersebut.

Klub sepak bola Basaksehir mengatakan para pemain menolak untuk bermain dalam pertandingan PSG di tengah komentar rasis oleh ofisial ke-4 terhadap asisten manajer Webo.

CEO Basaksehir Mustafa Erogut mengatakan pertandingan akan dilanjutkan pada Rabu malam, keempat ofisial permainan akan diubah.  

Turki mengecam komentar rasis

Presiden dan menteri Turki mengecam tindakan rasis itu terhadap Webo.

Presiden Recep Tayyip Erdogan di media sosial ‘sangat’ mengutuk pernyataan rasis oleh ofisial ke-4 terhadap Pierre Webo dari Basaksehir selama pertandingan PSG.

Erdogan menambahkan bahwa Turki tanpa syarat menentang rasisme dan diskriminasi dalam olahraga dan semua bidang kehidupan.

Selain itu, menteri luar negeri Turki mengatakan di Twitter bahwa dia mendukung sikap terhormat tim sepak bola Basaksehir saat tim Turki meninggalkan lapangan karena insiden ini. 

“TIDAK UNTUK RASISME !,” tambah Mevlut Cavusoglu.

Tagar anti rasisme Club sepakbola Istanbul Başakşehir di retweet oleh Menlu Turki Mevlut Çavuşoğlu (08/12)

Menteri Pemuda dan Olahraga Turki Mehmet Muharrem Kasapoglu juga mengkritik pejabat keempat itu karena komentar rasisnya.

“Rasisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kami mendukung tim kami Basaksehir #Respect #NoToRacism,” cuit Kasapoglu.

Sementara klub Turki lainnya Galatasaray, Fenerbahce dan Besiktas mengatakan di Twitter bahwa mereka semua menentang rasisme dan mendukung Webo masing-masing.

Klub raksasa Turki, Fenerbahce FC juga mere-tweet tagar penolakan terhadap rasisme yang dialami oleh klub sekota mereka dari Istanbul Başakşehir (09/12)

Klub PSG, pemain kembali Webo

Bintang Prancis Paris Saint-Germain Kylian Mbappe tweeted: “KATAKAN TIDAK UNTUK RASISME. M.WEBO KAMI ADA DENGAN ANDA.” di posnya, sementara bek tim Prancis berusia 25 tahun Presnel Kimpembe mengirimkan tweet, mengatakan: “Tidak untuk rasisme”.

Basaksehir juga men-tweet bahwa mereka menentang rasisme dan membagikan spanduk kampanye “Tidak untuk rasisme” UEFA karena Paris Saint-Germain telah me-retweet posting ini untuk mendukung Webo. 

Kebijakan UEFA untuk menghilangkan unsur rasis dari permainan

Rasisme masih menjadi salah satu masalah global utama dalam olahraga karena FIFA dan badan sepak bola Eropa UEFA telah berjuang melawannya.

Paris Saint Germain (PSG) VS istanbul Başakşehir di Princes Park, Paris pada 8 Desember 2020.

Dalam beberapa tahun terakhir, UEFA merilis video untuk meningkatkan kesadaran tentang rasisme, dengan banyak bintang sepak bola seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan kampanye “Tidak untuk Rasisme”.

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here