İlmuwan Turki Memimpin Tim NASA Dalam Mencari Kehidupan di Planet Lain

0
61

BERİTATURKİ.COM, Atlanta-AS| Ahli astrobiologi dan biologi molekuler Turki Betül Kaçar akan memimpin tim yang terdiri dari 12 ilmuwan di Universitas Arizona sebagai bagian dari upaya terbaru Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) untuk mempelajari “asal-usul, evolusi, dan distribusi kehidupan di alam semesta.”

Kaçar dan timnya, serta tim kedua dari Universitas Arizona, telah diberikan total 12 juta dolar AS untuk digunakan baik untuk penelitian laboratorium maupun studi lapangan.

Tim Kaçar dinamai Metal Utilization and Selection Across Eons, atau MUSE, dan proyeknya, yang pertama dalam sejarah, akan mengeksplorasi “What Life Wants: Exploring the Natural Selection of Elements.”

Pengumuman itu muncul setelah Program Astrobiology NASA mengatakan telah memilih delapan tim peneliti interdisipliner baru untuk meresmikan program Interdisciplinary Consortia for Astrobiology Research (ICAR).

“Kami akan meneliti biologi 2 miliar tahun pertama, bertanya mengapa makhluk hidup menggunakan nitrogen, dan meneliti jawabannya baik di laboratorium maupun di lapangan, melalui sistem buatan dan eksperimental. Kami akan menerapkan apa yang telah kami pelajari untuk memahami kelayakhunian di alam semesta dan mendukung pekerjaan NASA,” kata Kaçar dalam Tweet yang dia sampaikan pada 9 November lalu.

Tweet yang disampaikan oleh Betul Kaçar terkait dengan project terbarunya sebagai pemimoin peneliti di universitas Arizona.

Dengan adanya seleksi tersebut, Kaçar juga menjadi orang termuda yang diangkat untuk posisi strategis tersebut.

“Apa atribut penting dari kehidupan, dan bagaimana seharusnya atribut tersebut membentuk gagasan kita tentang kelayakan huni dan pencarian kehidupan di dunia lain?” Kaçar mengatakan dalam siaran pers Universitas Arizona ketika ditanya apa yang akan difokuskan timnya.

“Meskipun kami telah mempelajari banyak hal tentang bagaimana alam menggunakan unsur-unsur ini dalam biokimia organisme, masih ada ketidakpastian yang mendalam tentang mengapa evolusi memilih unsur-unsur ini,” katanya. “Dengan kata lain, apa yang diinginkan kehidupan, dan mengapa ia menginginkan apa yang diinginkannya?”

Pada usia 20 tahun, Kaçar beremigrasi dari Istanbul ke AS untuk meraih gelar Ph.D. studi di bidang biokimia. Setelah menyelesaikan gelarnya di Emory University School of Medicine di Atlanta, Georgia, dia diterima di program astrobiologi NASA, di mana dia dianugerahi beasiswa postdoctoral dan bekerja sebagai rekan selama beberapa tahun. Dia menjadi peneliti wanita Turki pertama yang menerima beasiswa dari Institut Astrobiologi NASA.

Dari 2014 hingga 2017, ia memimpin kelompok penelitian independen tentang biologi evolusi di Universitas Harvard. Lima tahun kemudian, dia bergabung dengan Universitas Arizona, tempat dia bekerja sebagai asisten profesor sejak saat itu.

Sumber: Daily_Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here