IHH Turki Mendesak PBB Menyelidiki Kematian Aktivis Uighur

0
17

Kelompok kemanusiaan ini mendesak badan internasional PBB untuk menyelidiki kematian Tursun Kaliolla di China, mencari perlindungan bagi keluarga.

BERITATURKI.COM, Istanbul – Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) mengatakan pada Jumat (18/12/2020) bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan ke Dewan HAM PBB atas meninggalnya pembela HAM Uighur di China dan telah mengupayakan keselamatan istrinya dan anak-anaknya.

Tursun Kaliolla, seorang Uighur yang tinggal di Tiongkok ditahan setelah dia menulis petisi kepada pemerintah Tiongkok mengenai penangkapan yang melanggar hukum di wilayah Turkistan Timur.

IHH dalam aplikasinya menuduh aktivis tersebut dibunuh di sebuah kamp keamanan.

Mereka menuntut penyelidikan atas kematian, pengiriman jenazah Kaliolla, otopsi yang tepat, dan perlindungan untuk keluarga aktivis yang meninggal.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 16 Desember, IHH mengatakan pelanggaran hak asasi manusia terus berlanjut di setiap aspek kehidupan di Turkistan Timur, yang juga dikenal sebagai Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, yang diduduki oleh Partai Komunis Tiongkok pada tahun 1949.

“Populasi Muslim di wilayah Turkistan Timur telah dirusak oleh asimilasi sistematis China, program ekspor pekerjaan, migrasi paksa, dan kebijakan perencanaan populasi di dalam negeri, dan negara mencoba untuk membalikkan struktur demografis,” tambah pernyataan itu.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa setelah 9/11, kamp konsentrasi dibentuk untuk menyingkirkan populasi Muslim di wilayah tersebut.

IHH mengatakan jumlah kamp ini telah mencapai 1.200 dan jumlah orang yang ditahan di sana diperkirakan antara 3 juta hingga 8 juta.

Putri Kaliolla, Akikat, seorang musisi yang lahir di Turkistan Timur dan kemudian memperoleh kewarganegaraan Kazakhstan, mengatakan ayahnya, ibunya Verena Mukatay, dan saudara kandung Mukatay dan Parasat ditangkap di rumah mereka oleh pasukan keamanan Tiongkok tanpa alasan hukum.

Kaliolla mengatakan dia telah mendekati Sektar Negara AS Mike Pompeo selama kunjungannya ke Kazakhstan untuk mencari bantuan.

IHH meminta lembaga dan organisasi internasional, semua negara bagian, dan organisasi hak asasi manusia untuk mendesak China agar berhenti melanggar hak asasi manusia dan untuk mendukung publik di Turkistan Timur.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here