Ibu Negara Turki Emine Erdogan Raih Penghargaan Changemaker

0
55

BERITATURKI.COM, London – Ibu negara Turki menerima penghargaan pada hari Rabu, 16 April 2019, atas upaya luar biasa yang dilakukan para pemimpin dalam menginspirasi, melakukan inisiatif dan inovasi serta kemitraan yang telah memberikan solusi cerdas bagi tantangan global.

Emine Erdogan, istri Presiden Recep Tayyip Erdogan, dihadiahkan penghargaan “Changemaker” di Forum Kemanusiaan Dunia, yang diselenggarakan di London.

“Saya menerima penghargaan ini atas nama orang-orang Turki yang murah hati, yang hatinya bersimpati saat melihat seorang anak menangis, dan yang menganggap orang asing sebagai tamu mulia tanpa rasa curiga,” kata Emine dalam pidatonya.

“Saya sangat bangga dengan kenyataan bahwa negara saya dikenang dengan pendekatan egaliter dan inklusif yang telah diadopsi dalam mengobati luka dunia,” katanya.

Emine mengatakan kepada forum bahwa sejarah penuh dengan perang, bencana, air mata dan darah, sementara beberapa bagian dunia haus akan perdamaian, kepercayaan, dan stabilitas.

“Sayangnya, dunia yang kita tinggali sedang mengalami krisis kemanusiaan besar terlepas dari semua klaim pembangunan dan peradaban abad ke-21. Dengan latar belakang tersebut, tugas kita sebagai individu dan masyarakat adalah memilih untuk berpihak pada kebaikan atau kejahatan,” tambahnya.

Pada acara tersebut, Emine Erdogan juga mengunjungi stan organisasi bantuan kemanusiaan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki (AFAD). Ia juga bertemu dengan pelukis Jonathan Darby, yang melukis gambaran penderitaan manusia di seluruh dunia diatas kanvas berukuran besar.

Darby meminta Emine untuk menandatangani lukisannya, dan Emine pun melakukannya dengan membubuhkan tulisan: “The world is bigger than five”.

“Selama kunjungan saya ke London, saya bertemu dengan seniman Inggris Jonathan Darby, yang menggambarkan tragedi kemanusiaan dalam lukisannya. Saya senang telah mengabadikan moto ‘dunia lebih besar dari lima’ melalui tanda tangan pada karya seninya,” tulis Emine di Twitter.

Slogan ini sering digunakan oleh Presiden Turki Erdogan untuk menekankan susunan non-representatif dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Negara yang paling dermawan

Menjelaskan program-program bantuan kemanusiaan Turki, Emine Erdogan mengatakan bahwa Turki disebut sebagai negara paling dermawan di dunia dengan lembaga-lembaga pemerintah serta organisasi masyarakat sipilnya. Ia mengatakan bahwa Turki saat ini donor kemanusiaan terbesar di dunia mempertimbangkan rasio bantuan kemanusiaan untuk produk nasional bruto.

“Sikap ini merupakan bagian integral dari kebijakan luar negeri Turki proaktif, mendukung perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia,” tambahnya.

Memberikan rincian upaya kemanusiaan oleh agen-agen Turki di seluruh dunia, Emine mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan untuk Turki tidak terbatas bentuknya dan selalu diupayakan dikirim dalam keadaan darurat.

“Bantuan kemanusiaan selalu didasarkan pada tekad untuk menjaga martabat manusia,” jelas Emine.

Suriah dan sekitarnya

Erdogan mengatakan bahwa Turki telah menjadi tuan rumah terbesar bagi orang yang terlantar akibat perang Suriah yang telah berlangsung sejak tahun 2011.

“Dengan kebijakan pintu terbuka dari negara kami, kami menyambut orang-orang yang lari dari senjata tanpa syarat,” katanya.

“Hal itu adalah persyaratan negara [kami]. Kami mengadopsi kebijakan non-refoulement untuk semua warga Suriah, ”tambahnya, merujuk pada Turki yang menolak untuk mengembalikan pencari suaka ke negara-negara di mana mereka takut akan penganiayaan.

Emine menggarisbawahi bahwa bantuan yang kami tawarkan kepada para pengungsi diberikan berdasarkan preferensi mereka sendiri dan dengan cara yang bermartabat. Ia mengatakan bahwa lembaga-lembaga internasional, terutama PBB, sangat memuji kamp-kamp pengungsi yang ada di Turki.

“Kamp-kamp itu tidak berbau sampah atau limbah; tidak ada anak yang kedinginan karena cuaca ekstrim, tidak ada tanah berlumpur atau tenda basah. ”

Ia mengatakan: “Turki telah meninggalkan jejak perdamaian, kepercayaan dan cinta di Afghanistan, Mongolia, Chad, Mesir, Yaman, Haiti, dan banyak negara lain, terlalu banyak untuk dihitung. Masalah lain yang kami tindak lanjuti adalah penganiayaan terhadap Muslim di Rakhine [di Myanmar], yang secara pribadi saya kunjungi, dan yang membuat saya terguncang.”

“Selain membangun 2.070 rumah bambu, proyek yang sedang berlangsung untuk membangun 2.500 rumah di wilayah ini adalah hadiah bagi umat manusia,” tambahnya.

Afrika

Emine Erdogan mengatakan bahwa Afrika merupakan bagian dari dirinya sendiri dan juga Turki. Ia mengatakan bahwa banyak proyek sedang berlangsung dalam pendidikan kejuruan, infrastruktur administrasi dan sipil, perawatan kesehatan, dan pengembangan sektor pertanian dan peternakan di seluruh benua.

“Total bantuan yang dikirim ke benua Afrika oleh negara kami antara 2010 dan 2017 melebihi $ 2 miliar,” katanya.

Usai kunjungannya ke London, Emine Erdogan kembali berangkat ke Turki pada Rabu malam waktu setempat.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here