Hukuman Gantung 17 September : Sejarah Kelam Turki, Berteriak Syariat Nyawa Taruhannya

0
133

BERITATURKI.COM, Istanbul- Pernahkah kita bertanya apa kah yang terjadi di Turki pada hari ini di masa lalu? Bagaimana dengan sejarah bangsa Turki? Turki yang merupakan tanah kekhalifahan terakhir menjadi bukti besar kejayaan Islam dan bangkitnya sekularisme di negari Utsmaniyah.

Hari ini, 17 September merupakan sejarah kelam di Turki pada puluhan tahun yang lalu. Ketika syariat ditegakkan maka nyawapun menjadi taruhannya. Apa yang sebenarnya terjadi di Turki pada hari itu?

18 Juli 1932 sebuah larangan umum yang mencengangkan dunia  diberlakukan untuk pertama kalinya di bumi muslim. Adzan yang yang dibaca oleh negara Muslim Turki selama 1000 tahun dihapuskan dan berganti menjadi lirik bahasa Turki.

Tanrı uludur, Tanrı uludur, Tanrı uludur (Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar)

Şüphesiz bilirim Tanrı’dan başka yoktur tapacak (Ashhadu an la ilaha illallah)

Şüphesiz bilirim Tanrı’dan başka yoktur tapacak (Ashhadu an la ilaha illallah)

Şüphesiz bilirim Tanrı’nın elçisidir Muhammed (Ash hadu anna Muhammadan rasul allah)

Haydi namaza, Haydi namaza, Haydi namaza (Hayya ‘ala al-salah)

Haydi felaha, Haydi felaha, Haydi felaha (Hayya ‘ala al-falah)

Uykudan namaz daha hayırlıdır. (Ash-shalaatu khairum minan-nauum)

Upaya untuk melarang Adzan telah dimulai pada tanggal 29 Januari 1932 dan resmi dilarang 6 bulan kemudian. Selama 18 tahun adzan berbahasa Turki berkumandang di bumi Utsmaniyah. Hingga pada akhirnya, sosok anak bangsa dari sebuah partai maju melawan peraturan yang berlaku. Adnan Menderes seorang negarawan Turki dan perdana menteri mengembalikan adzan menjadi dalam bahasa Arab. Suara adzan yang sesuai syariat yang dirindukan akhirnya kembali di bumi Turki.  Pada 16 Juni 1950 adzan kembali berkumandang sesuai dengan syariat Islam. Namun kembalinya suara adzan berarti menentang hukum negara Turki, yang berarti sebuah pelanggaran besar. Adnan Menderes sebagai pahlawan harus menerima hukuman. Ia harus membayarnya dengan nyawa. Hukuman gantung menjadi konsekuensi karena mengembalikan adzan di bumi Utsmaniyah.

Siapakah Adnan Menderes?

Adnan Menderes ialah negarawan Turki dan pimpinan pertama yang dipilih secara demokratis dalam sejarah Turki. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Turki antara tahun 1950–1960. Ia merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat pada tahun 1946, partai oposisi resmi ke-4 di Turki.

Adnan Menderes, yang bernama lengkap Ali Adnan Ertekin Menderes, lahir pada tahun 1899 di kota Aydın sebagai putra seorang petani kaya. Menderes memulai kehidupan sekolahnya di Komite Persatuan dan Kemajuan Izmir dan melanjutkan pendidikannya di Izmir American College. Ia terpilih sebagai wakil CHP pada 1931. Ia masuk Fakultas Hukum Ankara dan lulus pada 1935. Menderes, tidak dapat berpartisipasi dalam Perang Dunia Pertama karena ia terinfeksi malaria meskipun telah dilatih sebagai petugas cadangan. Ia juga dianggap layak mendapatkan Medali Kemerdekaan karena prestasinya dalam Perang Kemerdekaan.

KARIR POLITIK

Menderes bersama dengan Celal Bayar, Fuad Koprulu dan Refik Koraltan ia dikeluarkan dari CHP pada tahun 1945 dan kemudian mendirikan Partai Demokrat. Pada tahun 1946, CHP memenangkan pemilihan dengan 85 persen suara. Adnan Menderes memasuki parlemen lagi sebagai anggota parlemen wilayah Kütahya melalui Partai Demokrat. Partai Demokrat memenangkan pemilu pada  1950, yang disebut ‘Revolusi Putih’.

Selama ia menjadi perdana menteri Turki, pertumbuhan ekonomi Turki naik me 7,8% pertahun dan nilai GNP Turki di dunia naik dari 6,43/1.000 menjadi 7,52/1.000.

Eksekusi Menderes

Pada jam 4 pagi pada tanggal 27 Mei 1960, di radio, Staf Kolonel Alparslan Türkeş menyatakan bahwa mereka telah merebut pemerintahan sebagai TSK dan mengumumkan alasan kudeta militer. Sementara kudeta yang berlangsung di Eskisehir, Adnan Menderes, bersama dengan para politisi yang menyertainya ditangkap di Kutahya dan dibawa ke Ankara. Menderes ditahan di Ankara untuk sementara waktu dan kemudian dikirim ke Yassiada untuk diadili.

Keputusan Eksekutif Di Yassiada

Mahkamah Agung, sebuah pengadilan yang membuat kudeta 27 Mei, mengadili Menderes dan politisi yang menyertainya  selama 9 bulan dan 27 hari. Di akhir persidangan, 14 orang dieksekusi dan 31 orang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Adnan Menderes dijatuhi hukuman gantung, Celal Bayar dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. 418 terdakwa yang tersisa dijatuhi hukuman penjara atau pembebasan, mulai dari 6 bulan hingga 20 tahun.

Menderes diadili dalam 13 kasus terpisah dan dinyatakan bersalah atas semua kasus kecuali satu buah kasus. Ketika keputusan itu disetujui oleh Komite Persatuan Nasional Menderes dieksekusi pada 17 September 1961 di pulau İmralı. İmralı adalah sebuah pulau kecil Turki di selatan Laut Marmara, sebelah barat semenanjung Armutlu-Bozburun di dalam Provinsi Bursa. 29 tahun kemudian, dengan keputusan dari Mahkamah Agung, pada 17 September 1990, jasad Menderes diambil dari İmralı . Upacara pengambilan jasad dihadiri oleh Presiden dan tamu dari beberapa negara bagian. Jasad Menderes kemudian  dipindahkan ke Makam Peringatan di pintu keluar Adnan Menderes Boulevard Topkapi di Istanbul. (twa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here