Hidangan Ottoman di Restoran Edirne

0
107
Foto Daily Sabah

Citarasa sajian Ottoman yang mulai terlupakan kini mulai hadir kembali melalui kerja sama Kota Edirne dan para profesional dari sektor pariwisata kota. Beberapa resep kuno istana Ottoman ditemukan setelah dilakukan penelitian arsip selama berbulan-bulan. Resep-resep yang diperoleh dari dokumen bersejarah ini kemudian diserahkan kepada koki yang kemudian berhasil menghidupkan kembali selera Ottoman yang terlupakan.

Banyak hidangan, termasuk tuffafiye yang merupakan salah satu makanan penutup favorit Sultan Mehmed II, dimana sang Sultan pernah memerintahkan kokinya untuk membuatkan sajian tersebut pada sebuah pesta khitanan putranya, Bayezid II dan Mustafa. Ada juga sup almond dan balm mahmudiye, yang juga dipesan oleh Sultan Süleyman untuk pesta khitan putranya, yaitu Cihangir dan Bayezid. Hidangan-hidangan tersebut kini kembali hadir di provinsi Edirne.

Mengikuti jejak para koki di perkotaan, restoran tersebut kini mulai memberi tempat khusus bagi cita rasa peninggalan Kekaisaran Ottoman yang membuat namanya terkenal di dunia karena budaya kulinernya.

Aydemir Ay, seorang konsultan pariwisata untuk Kota Edirne, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa makanan dan minuman penutup yang selalu ada di meja para sultan dan ditawarkan kepada publik serta tamu di pesta-pesta besar yang diselenggarakan di Edirne, hadir dengan tampilan istimewa yang sesuai dengan selera mereka. Ay mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk mentransfer selera peninggalan masakan Ottoman ke masa kini dalam bentuk aslinya.

“Unsur gastronomi yang paling penting dari Edirne, yang merupakan kota berusia 8.300 tahun, ditemukan di dapur istana Ottoman. Sebagai hasil dari pekerjaan yang kami miliki selesai di sini, kami mencoba untuk menyiapkan kembali menu di pesta-pesta istana Edirne, yang terdiri dari rasa khas milik dapur istana Ottoman. Mereka menyajikan makanan berdasarkan sumber sejarah dan dokumen peninggalan istana. Kami menerjemahkan dari bahasa Ottoman ke Turki dan mentransfer resep-resep hingga saat ini,” ungkap Ay.

Diantara hidangan dan makanan penutup tersebut, yang menjadi hidangan penutup favorit yaitu tuffafiye, yang merupakan sajian favorit Mehmet II. Meskipun ia adalah seorang sultan yang memiliki kekuasaan hampir di seluruh dunia, namun ia sangat menikmati makanan sederhana dan lezat. Ballım Mahmudiye adalah makanan yang terbuat dari ayam dan madu. Makanan-makanan ini diketahui dari catatan pesta dan upacara di Edirne. Mereka sudah lama terlupakan. Kami membawa mereka untuk hadir kembali dengan beberapa kreasi hidangan,” tambah Ay.

Fatih Kaşkavalcı, seorang manajer sebuah restoran di Edirne, memberitahukan bahwa mereka menambahkan hidangan-hidangan Ottoman yang bersejarah ke dalam menu mereka. Memperhatikan pekerjaan yang mereka lakukan di bawah kepemimpinan Kota Edirne yang terus berhasil, Kaşkavalcı menekankan bahwa ada penelitian dan pengembangan yang serius dan telah dilakukan selama tiga bulan.

“Kami melakukan pekerjaan penting untuk mencapai kemiripan selera pada masa itu, dan mencoba resep yang kami dapatkan dari arsip. Kami menghidupkan kembali pariwisata gastronomi kota Edrine dengan memberikan tempat pada makanan khas Ottoman ini dalam menu di restoran kami. Dengan demikian, para tamu akan dapat mencicipi makanan yang berusia 500 tahun tersebut. Kami akan berkontribusi untuk pariwisata di Edirne,” tutur Kaşkavalcı.

Tuffafiye disajikan setelah satu cangkir air dan dua cangkir gula direbus bersamaan serta tambahan apel parut yang dikupas. Campurannya seperti sirup juga dapat ditambahkan pada hidangan ini.

Ballı mahmudiye, hidangan yang terbuat dari ayam dipotong dalam bentuk kubus dan digoreng dengan mentega di atas kompor, menjadi hidangan khas Ottoman yang juga memikat lidah karena kelezatannya. Dua sendok madu, aprikot kering, anggur kering, kernel almond, lemon dan rempah-rempah juga ditambahkan dalam hidangan ini untuk kemudian terus digoreng setelah bawang bombai diletakkan di atasnya. Ballı mahmudiye kemudian dimasak selama setengah jam dan disajikan dengan adas manis.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here