Hari ini, 61 Tahun Lalu Kudeta Pertama di Turki

0
29

BERITATURKI.COM, Ankara – Kudeta 27 Mei terjadi tepat 61 tahun lalu. Latar belakang perselisihan antara militer dengan penguasa pemerintah adalah menangnya partai oposisi untuk pertama kalinya pada pemilu 14 Mei 1950. Dengan perolehan suara 53%, partai oposisi saat itu Partai Demokrat (DP/Demokrat Partisi) berhasil mengalahkan partai penguasa Partai Rakyat Republik (CHP/Cumhuriyet Halk Partisi) yang telah berkuasa sejak tahun 1923 saat Turki mulai menjadi negara republik.

Dengan demikian Partai Demokrat (DP) berhasil memenangkan 416 kursi di parlemen. Sejak kemenangan itu Turki dipimpin oleh Perdana Menteri Adnan Menderes dan Presiden Celal Bayar. Salah satu hal pertama yang dilakukan oleh Adnan Menderes adalah mengembalikan azan ke dalam bahasa Arab pada tahun 1952. Pada pemilu 2 Mei 1954, Partai Demokrat (DP) kembali menang untuk kedua kalinya dengan perolehan suara 58,4 %.

Terutama saat memimpin pada periode kedua, ada beberapa hambatan dan pertentangan yang mulai muncul dari para oposisi, baik dari kalangan militer maupun dari kalangan masyarakat sipil. Pada tanggal 6-7 September 1955, masyarakat keluar kejalan untuk melakukan aksi demo terhadap pemerintah karena terjadinya peristiwa pengeboman rumah tempat lahirnya Mustafa Kemal yang di Selanik Yunani.

Seusai kemenangan untuk ketiga kalinya partai demokrat tahun 1957, satu Grub anggota militer diadili di pengadilan karena kasus perencanaan/usaha menjatuhkan pemerintah. Peristiwa ini dikenal dengan nama “Peristiwa 9 Perwira/9 Subay Olayı”. Pada tahun 1960 para pelajar melakukan aksi demo melawan pemerintah di Beyazid Meydan (Istanbul), peristiwa ini menyebabkan meninggalnya seorang pendemo bernama Turan Emeksiz karena terkena peluru nyasar. Seusai peristiwa tersebut, di kota Istanbul dan Ankara mulai diberlakukannya darurat militer.

Pada tanggal 5 Mei 1960, satu grub pelajar melakukan aksi demo di Kızılay Ankara dengan kode “555K” yang artinya tanggal 5 bulan 5 jam 5 di Kızılay. Pada tanggal 21 Mei, para siswa taruna sekolah militer juga melakukan aksi turun kejalan di kota Ankara.

Pada tanggal 27 Mei 1960, satu grub junta militer yang terdiri dari 38 anggota inti yang dikenal dengan nama Komite Persatuan Nasional (Millî Birlik Komitesi) melakukan aksi kudeta (mengambil alih pemerintahan) dengan alasan Pemerintah dari Partai Demokrat telah melakukan tindakan yang buruk sehingga menyebabkan terjadinya banyak kekacauan di dalam negeri. Selain itu Komite Persatuan Nasional ini juga membekukan Undang-undang dasar dan Majelis Agung Nasional Turki (TBMM/Türkiye Büyük Millet Meclisi) dan semua kegiatan politik dihentikan untuk sementara waktu.

Seusai kudeta Junta militer melaksanakan proses pengadilan terhadap para politisi yang dianggap bersalah di Pulau Yassı (Istanbul). Proses pengadilan dimulai pada 14 Oktober 1960, berakhir pada 15 September 1961. Dari 592 orang, 288 nya diberikan hukuman mati. Namun hasilnya 15 orang dihukum mati, 31 orang diberikan hukuman penjara seumur hidup, 92 orang diberikan hukuman penjara 6 hingga 20 tahun dan 94 orang diberikan hukuman penjara 5 tahun. Presiden Celal Bayar tidak jadi diberikan hukuman mati karena faktor usia, sehingga dia hanya diberikan hukuman penjara seumur hidup. Menteri Luar Negeri Turki Fatin Rüştü Zorlu dan Menteri Keuangan Turki Hasan Polatkan diberikan hukuman mati pada tanggal 16 September 1961. Sedangkan Perdana Menteri Adnan Menderes dihukum mati pada tanggal 17 September 1961 di Pulau Yassı.

Pada tahun 2020, pulau yang berada di Laut Marmara tersebut dirubah nama menjadi Pulau Demokrasi dan Kebebasan (Demokrasi ve Özgürlükler Adası).

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here