Hanyut di Laut Marmara Selama 12 Jam, Pria Turki Ini Berhasil Diselamatkan

0
13

BERITATURKI.COM, Istanbul – Seorang pria Turki berhasil selamat setelah hanyut selama 12 jam di Laut Marmara.  Ialah Yaman Şipka, 45 tahun, berlayar dari pelabuhan Kurşunlu di distrik Gemlik Bursa di Turki barat laut dengan kapal pribadi yang mengangkut sembilan penumpang lainnya pada hari Ahad sore (09/06/2019). Sayangnya, dua orang rekan Şipka tewas tenggelam.

Insiden tersebut disebabkan oleh mesin kapal yang terlalu panas ditengah perjalanan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu sebelum mencoba menghidupkan kembali mesin kapal. Tiga orang, termasuk Şipka dan dua temannya Serdar Sincan dan istrinya Natalie melompat turun dari kapal untuk berenang, namun angin tiba-tiba datang dari arah timur laut dan menyebabkan kapal tersebut hanyut.

Penumpang lain yang berada di atas kapal berhasil menyalakan mesin setelah beberapa saat dan kembali ke Kurşunlu dengan kondisi selamat dan berhasil memberi tahu pihak keamanan terkait insiden itu. Unit gendarmerie lokal dan komando penjaga pantai di distrik Mudanya meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan di pantai dan laut, dibantu oleh dua kapal, helikopter, tim penyelam dan drone.

Şipka ditemukan di laut oleh kapal penjaga pantai di lepas pantai desa Altıntaş antara Kurşunlu dan Mudanya 12 jam setelah dia hilang. Tubuh Natalie Sincan yang berusia 43 tahun ditemukan di sebuah pantai di Mudanya 20 jam setelah insiden itu, sementara suaminya Serdar, juga berusia 43 tahun, masih hilang. Tim pencarian mengintensifkan upaya mereka di distrik yang sama.

Şipka mengatakan kepada wartawan bahwa mereka kehilangan kontak setelah lima menit meninggalkan dermaga.

“Kami mulai menunggu. Kami sempat berbicara dengan Natalie selama lebih dari satu jam. Saya juga sempat memotivasi Serdar untuk berjuang menyelamatkan diri, tetapi ia menghilang. Kemudian saya secara kebetulan menemukan Natalie lagi, dan kami berhasil melakukan komunikasi untuk sementara waktu, tetapi kemudian ia juga menghilang. Setelah itu saya berjuang sendiri<” tutur Şipka.

“Saya mempraktekkan apa yang saya ketahui. Saya tahu untuk seharusnya tidak menelan air laut atau menghabiskan terlalu banyak melakukan usaha, dan hal tersebut berhasil menyelamatkan hidup saya,” tambah Şipka yang merupakan seorang akuntan yang pada saat insiden itu menyimpan tubuhnya di dalam air yang suhunya lebih hangat dibandingkan suhu di luar.

“Sungguh luar biasa bisa bertemu kembali dengan istri saya setelah 12 jam. Kami sangat bahagia ketika kami datang bersamaan, tetapi kebahagiaan itu dengan cepat berubah menjadi kesedihan ketika saya mengingat Natalie dan Serdar,” ungkap Şipka.

Itu bukan satu-satunya kerugian Şipka. Ia juga kehilangan ayahnya, Muhammet, pada hari yang sama ketika ia diselamatkan.

“Karena ibu dan ayah saya sudah tua, mereka tidak diberitahu tentang kejadian itu. Tetapi ayah saya meninggal akibat serangan jantung tak lama setelah saudara laki-laki saya, yang tinggal bersama mereka, memberi kabar kepada orang tua saya bahwa saya berhasil diselamatkan,” kata Şipka.

Pria berusia 85 tahun itu sempat dilarikan ke rumah sakit di distrik Nilüfer tetapi tidak bisa diselamatkan.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here