Hamas : Israel akan Membayar Harga untuk Serangan di Yerusalem

0
35

Lebih dari 205 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Yerusalem.

BERITATURKI.COM, Gaza (Palestina) – Kelompok perlawanan Palestina Hamas pada hari Sabtu (08/05/2021) mengatakan Israel akan membayar harga untuk serangannya terhadap Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki.

“Rakyat Palestina mampu menghalangi pendudukan [Israel] dan menggambar persamaan baru dalam konflik dengan Israel”, anggota senior Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Pendudukan akan membayar harga untuk menodai Masjid Al-Aqsa dan serangannya terhadap jamaah,” tambahnya.

Abu Marzouk mengecam sikap diam Arab dan Islam terhadap perkembangan terkini di Yerusalem, dengan mengatakan bahwa keheningan ini “mendorong pendudukan untuk menyerang Masjid Al-Aqsa dan rakyat Palestina dan Yudaize Yerusalem”.

Dia melanjutkan dengan menyerukan kepada rakyat Palestina “untuk mendukung Yerusalem dengan segala cara yang mungkin dan untuk menggalang upaya untuk menghadapi pendudukan.”

Beberapa negara Arab dan regional termasuk Turki dan Iran mengutuk serangan Israel terhadap Palestina di Yerusalem dan menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi saat ini di Yerusalem Timur.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Palestina di Yerusalem telah melakukan protes solidaritas dengan penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di tengah bentrokan dengan polisi Israel.

Lebih dari 205 orang terluka dalam serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Gerbang Damaskus Kota Tua, dan distrik Sheikh Jarrah pada hari Jumat, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Protes itu terjadi ketika Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka demi pemukim Israel pada awal 2021.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu “Temple Mount”, mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Itu mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here