Halal Fair ke-7 Kembali Digelar

0
5

BERITATURKI.COM, Turki – Diselenggarakan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI), “Halal EXPO OKI ke-7 dan KTT Halal Dunia ke-5” akan digelar pada tanggal 28 November-1 Desember, dengan tema “Halal untuk Semua Generasi: Pentingnya Keluarga dan Pemuda”. Kegiatan ini akan berlangsung di Pusat Pameran dan Seni Istanbul Eurasia. Menurut pernyataan dari World Halal Summit Organization, acara tersebut akan diadakan di bawah naungan Kepresidenan, bekerja sama dengan Institut Standar dan Metrologi Negara-negara Islam (SMIIC), Pusat Pengembangan Perdagangan Islam (ICDT), dan Discover Events.

Pihaknya sedang mempersiapkan untuk menampung hampir 400 peserta profesional, hampir 40.000 pengunjung dan 9.000 delegasi asing dari 50 negara selama 4 hari. Berbagai bidang seperti makanan dan minuman, pengemasan pengolahan makanan, “hotel, restoran, kafe” (HORECA), kosmetik-perawatan pribadi, produk kesehatan, keuangan Islam, media, lembaga publik, sertifikasi halal, organisasi non-pemerintah dan pendidikan akan mengisi kegiatan tersebut.

Acara tersebut juga akan mempersiapkan tempat pertemuan B2B dengan lebih dari 300 delegasi dari 25 negara di area pameran seluas 14 ribu meter persegi di Istanbul Yenikapı. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar sektor halal melebihi 4 triliun dolar di seluruh dunia.

Yunus Ete, Presiden Organisasi KTT Halal Dunia dan Ketua Dewan Discover Events, menyatakan bahwa populasi Muslim telah meningkat pesat begitu juga dengan kebutuhan konsumsinya. “Lebih dari 4 triliun dolar pasar dalam bidang makanan halal, keuangan Islam, pariwisata halal, fashion konservatif, kosmetik halal dan sektor lain, sayangnya Turki dan beberapa negara Muslim, mendapatkan jauh lebih sedikit bagian dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Dalam OKI Halal Fair ke-7 yang diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran tentang pasar yang tumbuh secara eksponensial ini setiap tahun dan untuk meningkatkan potensi penjualan kami, semua sektor terkait berkumpul dan bertemu pembeli dari seluruh dunia dengan platform B2B profesional. Selain itu, partisipasi koki lokal dan asing pada kesempatan International Islamic Chefs Cup dan kunjungan delegasi yang menghadiri KTT Halal Dunia secara bersamaan di tempat yang sama dengan investor merupakan platform komersial yang penting bagi perusahaan,” ungkapnya.

Ete mengatakan, profil pembeli sesuai dengan permintaan para peserta. Dengan adanya kegiatan ini juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam promosi Turki dan merk Turki. Lebih dari 400 perusahaan dari 25 negara dari Afghanistan hingga Aljazair, dari Inggris hingga Amerika Serikat akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan komite pembelian dan investor di pameran tersebut.

Menyatakan bahwa ekonomi halal akan membentuk pasar global dalam waktu dekat, Ete menambahkan, “Negara kami adalah salah satu dari beberapa negara dengan sensitivitas halal yang tinggi. Ketika kesadaran akan halal meningkat setiap tahun di dunia, dirasa penting dengan adanya standar umum. Pasar makanan halal di Turki rata-rata mendekati 15 miliar dolar dan meningkat 100 persen setiap tahunnya. Kami memperkirakan pasar domestik mencapai sekitar 30 miliar dolar tahun ini. Di sisi ekspor, Turki mengalami pertumbuhan yang cepat, yang sangat memuaskan bagi kami.”

Menurut informasi yang diberikan, tahun ini pada KTT Halal Dunia ke-5, hampir 100 pembicara lokal-asing akan membuat presentasi mengenai sertifikasi halal dan masalah-masalah sektor halal lainnya. Pada KTT Dunia, nama-nama penting dari sektor ini akan berkumpul untuk mengevaluasi banyak masalah seperti pentingnya standar halal bersama, tantangan, peluang dan solusi yang mungkin dihadapi pasar halal dunia saat ini, tren baru dalam ekonomi Islam dan gaya hidup halal.

Sementara ekonomi halal dunia memiliki volume 4 triliun dolar pada 2017, diperkirakan akan mencapai 7 triliun dolar pada 2021. Keuangan syariah diperkirakan akan mencapai 3,5 triliun dolar, industri makanan dan minuman diperkirakan akan melebihi 1,9 triliun dolar, dan pakaian konservatif diperkirakan akan mencapai 243 miliar dolar.

Permintaan konsumsi makanan halal menjadi perhatian khusus bagi sektor pariwisata. Peningkatan kepekaan keagamaan di sektor liburan dan perjalanan meningkatkan minat pada “pariwisata halal”. Turki, kemungkinan adalah salah satu negara di dunia dengan jumlah pariwisata halal tertinggi. Faktanya, fasilitas yang menyediakan layanan “liburan halal” di seluruh dunia adalah sekitar 350. 150 fasilitas di antaranya berada di Turki. Menurut perkiraan, ukuran moneter dari pariwisata halal akan mencapai 300 miliar dolar dalam 5 tahun ke depan.

Selain Turki, beberapa pengusaha di Indonesia dan Malaysia juga melakukan investasi serius dalam kategori hotel kota halal. Menurut evaluasi potensi ini, pada 2023 Turki diperkirakan akan menerima pendapatan 20 miliar dolar dalam sektor pariwisata. (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here