Geopark, Destinasi Wisata Vulkanik di Turki Barat

0
51
Dok. Daily Sabah

Kula Geopark merupakan sebuah situs wisata yang terbentuk akibat letusan gunung berapi 10.000 tahun lalu. Situs yang telah terdaftar dalam kumpulan situs “Geopark Global UNESCO” ini telah mengalami peningkatan kunjungan sebelas kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Daerah seluas 305 kilometer persegi ini terletak di distrik Kula, provinsi Manisa. Kula Geopark menawarkan pemandangan yang unik bagi para pengunjung untuk dijelajahi. Para wisatawan biasanya berjalan-jalan di sekitar puncak gunung berapi dan sisa-sisa lava yang membeku. Mereka sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengambil foto dengan latar aliran lava yang telah ada sejak jaman purba. Mereka bahkan dapat mengumpulkan batu lava untuk dibawa pulang sebagai suvenir.

Dok. Daily Sabah

Hingga tahun 2013, Kula Geopark dikunjungi oleh 7.000 hingga 8.000 wisatawan setiap tahunnya. Namun, setelah terdaftar dalam kumpulan situs “Global Geopark UNESCO”, popularitas situs tersebut semakin meningkat. Saat ini Kula Geopark telah dikunjungi oleh hampir 90.000 pengunjung dalam satu tahun, 11 kali lebih banyak dari lima tahun yang lalu.

Destinasi wisata dan objek penelitian ilmiah

Koordinator “Kula Geopark Global UNESCO”, Tuncer Demir, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa fitur geologis di sitrik itu memiliki keunikan dan mereka melaporkan bahwa sejarah geopark telah diarsipkan.

“Para ahli geologi dari berbagai negara Eropa telah melakukan penelitian di sini selama hampir 20 tahun. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal yang cukup bergengsi. Peneliti akhirnya mengetahui bahwa gunung berapi tersebut merupakan gunung berapi tertua di Turki. Kula Geopark semakin dikenal setelah artikel itu diterbitkan,” ujar Demir.

Total 80.000-90.000 pengunjung dalam setahun

Tuncer Demir menyatakan bahwa minat kunjungan ke situs Kula Geopark terus meningkat setiap tahunnya.

“Dulu Kula Geopark tidak terlalu populer, namun saat ini Kula Geopark banyak dikunjungi oleh wisatawan. Jumlah ini akan terus bertambah, terutama setelah kawasan tersebut masuk dalam jaringan UNESCO. Wisatawan lokal dan asing sangat antusias untuk mengetahui situs ini,” ungkap Demir.

Ia menambahkan bahwa pada awalnya jumlah pengunjung Kula Geopark berkisar antara 7.000-8.000 pengunjung setiap tahunnya. Namun saat ini total ada sebanyak 80.000-90.000 pengunjung pada bulan September.

“Saya pikir kita dapat menarik lebih banyak wisatawan melalui iklan dan promosi yang lebih baik lagi,” tambah Demir.

Destinasi yang tepat untuk kegiatan eksplorasi alam

Nuran Koyuncu, seorang guru geografi yang mengunjungi taman itu, mengatakan bahwa ia ingin mengetahui lebih banyak tentang Kula Geopark setelah membaca hasil penelitian yang telah dipublikasikan.

“Kami tahu bahwa Kula Geopark merupakan situs vulkanik pertama dan satu-satunya yang ada di Turki. Fakta tersebut sangat mengesankan dan diluar dugaan kami. Kula Geopark ibarat laboratorium yang indah dalam hal geologi dan tempat yang sempurna untuk kegiatan eksplorasi alam,” ujar Koyuncu.

Pengunjung lain, Dilek Birgül, juga mengungkapkan bahwa Kula Geopark merupakan destinasi wisata yang sangat istimewa.

“Saya mengetahui Kula Geopark dari buku. Saya seorang guru dan ingin membawa murid-murid saya ke sini. Ini adalah tempat yang memberikan gambaran nyata tentang struktur geologi Turki,” ungkap Birgül.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here