Gelar Majelis Akhir, Ini Kesan Siswa Kelas Risalah Nur dan Bahasa Turki Nursi Research Center

0
79
Siswa bersama pengurus dan pengajar di Nursi Research Center (NRC), Hayrat Indonesia

BERITATURKI.COM, Tangerang – Lembaga penelitian Nursi Research Center (NRC) pada hari Sabtu, 13 Juli 2019, kemarin sukses menggelar Majelis Akhir dan Kuliah Umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kian giat menunjukkan eksistensinya, NRC terus membuka kesempatan bagi pecinta budaya Turki di Indonesia untuk mempelajari Risalah Nur dan bahasa Turki secara gratis.

Hadir dalam acara tersebut, Syafiq Shafii, Direktur NRC UIN Jakarta, mengatakan bahwa antusiasme peminat sejarah, dakwah Islam, dan budaya Turki, khususnya bahasa Turki sangat tinggi.

“Antusiasme peminat sejarah, dakwah Islam, dan budaya Turki, khususnya bahasa Turki sangat tinggi. Kami akan terus melanjutkan program ini,” kata Syafiq.

“Melalui majelis ini, saya yakin kita semua dapat merasakan ikatan persaudaraan, meskipun sebelumnya tidak pernah saling mengenal. Karena hanya dengan iman kita bisa merasakan ukhwah, sebagaimana potongan ayat di surat Al Hujurat ayat 10, innamal-mu’minuna ikhwah,” tambah Syafiq.

Ia juga menggarisbawahi bahwa acara tersebut bukan hanya sekedar pembagian sertifikat dan penghargaan bagi siswa terbaik, namun diselenggarakan pula kuliah umum sebagai penanda akhir dari jadwal pembelajaran selama kurang lebih 4 bulan yang kemudian akan kembali dilanjutkan ke level berikutnya.

Dalam acara tersebut, Firhan Erlangga selaku ketua pelaksana dan Muhammad Agus Sofyan selaku perwakilan pengajar NRC turut menularkan semangat dalam sambutannya.

Pada bagiannya, Agus mengatakan bahwa ujian yang dilalui siswa di kelas NRC bukanlah untuk sekedar mencari nilai yang paling tinggi, namun harus disertai niat yang lurus dan ujian yang sesungguhnya ialah saat kita mampu menerapkan apa yang telah didapatkan selama mengikuti kelas NRC, khususnya kelas Risalah Nur.

Antusiasme siswa semakin terasa saat satu per satu perwakilan kelas berdiri diatas podium untuk menyampaikan pesan dan kesan.

“Saya merasa majelis ini seperti rumah. Para pengajar begitu hangat dan penuh perhatian. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pengurus dan pengajar NRC,” ungkap Muhammad Ali Haidar, perwakilan siswa level 1 kelas bahasa Turki.

“Risalah Nur membuka pemahaman saya terhadap tafsir Al Qur’an,” Reissa Tazkiyatul Izzah, perwakilan siswa level 1 kelas Risalah Nur.

Pada bagiannya, Reissa menambahkan bahwa semua siswa diajak berdiskusi, tanya jawab, dan juga ditayangkan cuplikan video hikmah-hikmah kehidupan yang membuat smngat belajar.

“Yang paling berkesan ialah materi tafsir risalah. Dengan bismillah kita diajarkan membentuk penghambaan kita kepada Alloh subhanahu wa ta’ala,” tambahnya.

Kesan menarik juga disampaikan Miftach, perwakilan siswa level 3 kelas bahasa Turki. Ia menyampaikan bahwa kesan mendalam ialah saat siswa diundang menyantap hidangan khas Turki di rumah salah satu pengajar.

“Saat diundang itu, kami mencicipi baklava dan teh Turki. Itu pertama kalinya bagi saya, dan mungkin bagi sebagian besar teman-teman saya yang pada saat itu turut hadir di rumah Ustadz Cemal (pembina Hayrat Foundation Indonesia),” kata Miftach yang secara spesial menyampaikan pesan dan kesan dalam bahasa Turki.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here