Fragmen Pisau Batu Berumur 13.000 Tahun Ditemukan di Turki

0
23

Fragmen batu yang diyakini telah digunakan sebagai pisau pengikis ditemukan di gua di provinsi Trabzon utara.

BERITATURKI.COM, Trabzon – Fragmen batu yang diyakini telah digunakan sebagai pisau dan pengikis 13.000 tahun yang lalu, ditemukan di sebuah gua di provinsi Laut Hitam, salah satu kota pelabuhan perdagangan tertua di wilayah Anatolia pada Sabtu (13/03/2021).

Akademisi dari departemen arkeologi Universitas Teknik Karadeniz, yang berspesialisasi dalam Protohistory dan Near Eastern Archaeology, memulai proyek eksplorasi permukaan di beberapa wilayah Trabzon pada tahun 2018.

Sebagai bagian dari proyek tersebut, 103 keping batu berukuran kecil ditemukan di sebuah gua di daerah Koskarli distrik Duzkoy – kaya akan gua dan bebatuan – sementara tujuh pecahan telah diperiksa oleh para arkeolog.

Dalam pemeriksaan pertama, ditemukan bahwa pecahan batu, yang diperkirakan berumur 13.000 tahun, digunakan sebagai pisau dan pengikis oleh orang-orang yang tinggal di daerah tersebut.

Akademisi Hulya Caliskan Akgul mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa analisis awal menunjukkan bahwa mereka digunakan pada akhir zaman es.

“Kami menemukan penemuan pertama tentang perkakas batu buatan manusia di gua ini. Jadi, kami telah mendokumentasikan penduduk tertua di kawasan Trabzon di gua ini,” ujarnya.

Akgul menggarisbawahi bahwa bahan baku pecahan batu di dalam gua tersebut adalah obsidian dan batu api, yang asalnya berasal dari daerah Cappadocia dan Kaukasus.

“Gua ini sangat menggembirakan kami. Karena memiliki sekelompok penemuan yang akan memberikan kontribusi besar tidak hanya untuk Trabzon, tetapi juga untuk arkeologi Anatolia. Karena hingga saat ini, tidak mungkin membicarakan data [temuan] yang akan bertanggal sedini ini di wilayah ini,” katanya.

Memperhatikan proyek eksplorasi permukaan akan selesai pada 2023, Akgul mengatakan pada akhir 2023, tim tersebut sudah akan mengunjungi seluruh kabupaten dan wilayah di Trabzon.

“Oleh karena itu, sebuah pemikiran stereotip mulai berubah perlahan. Sebuah pemikiran tentang masa lalu Trabzon yang jauh. Kami pikir gua pertama kami bukan satu-satunya. Kami pikir ada kemungkinan untuk menemukan berbagai perkakas batu di gua-gua lain juga.”

Serkan Demirel, akademisi lain dalam proyek tersebut, mengatakan kelompok itu menginginkan penggalian arkeologi dilakukan di dalam gua.

“Kami punya niat seperti itu. Dengan adanya pekerjaan penggalian, material yang ada di tangan akan bertambah banyak dan beragam,” ujarnya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here