Fenomena Ribuan Flamingo di Izmir

BERITATURKI.COM, Izmir – Area yang memiliki luas 6,5 ​​hektar di Suaka Burung Izmir, yang berada di antara pulau inkubasi buatan terbesar di dunia, menampung flamingo yang sedang masuk musim kawin tahun ini.

Pulau inkubasi buatan ini dibuat 9 tahun lalu di Suaka Burung Izmir di Delta Gediz karena disebabkan oleh terjadinya erosi pulau inkubasi alami, salah satu dari dua tempat berkembang biaknya burung flamingo yang dikenal sebagai “burung bangau merah” di Anatolia.

Pulau yang dipersiapkan dengan penuh hati-hati oleh tim dari Direktorat Konservasi Alam dan Taman Nasional cabang Izmir ini menampung ribuan flamingo, sehingga burung-burung yang akan bertelur pada bulan April dan Mei setiap tahun tidak mengalami kesulitan saat membuat sarang.

Sekitar 18.000 anak burung flamingo diperkirakan akan menetas di pulau ini, sehingga tindakan khusus telah diambil untuk mencegah terjadinya gangguan.

Aktivitas burung ini selalu dipantau dan direkam 7 kali 24 jam dengan sistem kamera, sehinggga para penghujung dapat melihat aktivitas burung tersebut dari ruang operator.

Kepada Anadolu Agency (AA) Staf Lapangan Suaka Burung Izmir Celal Murat Aslanapa mengatakan bahwa Delta Gediz termasuk wilayah yang masuk dalam kedalam Perjanjian Ramsar pada tahun 1998 dan burung yang paling banyak berkembang biak di sini adalah burung flamingo.

Sambil Menekankan bahwa flamingo memiliki periode pemijahan yang lebih sehat dengan terciptanya pulau buatan, Aslanapa berkata: “Flamingo berkembang biak di wilayah-wilayah teluk laut Mediterania seperti Spanyol, Prancis, Italia, dan Turki, dan di negara kita hanya berada di Danau Garam dan Delta Gediz. Pulau penangkaran flamingo buatan terbesar di dunia ini dibangun di sini pada tahun 2012. Sekitar 18 ribu pasang flamingo telah bersarang di pulau tersebut tahun ini, yang berarti sekitar 18 ribu anak flamingo akan menetas di Izmir. Masa inkubasi flamingo biasanya 30-32 hari, antara minggu pertama bulan April dan minggu pertama bulan Mei. Flamingo, akan menetas pada bulan Juni dan Juli, kemudian baru mulai turun ke air di sebelah pulau tempat mereka dimenetas, yang disebut sarang flamingo. Mereka diberi makan oleh induk mereka selama dua bulan di sarang tersebut. Kemudian, pada bulan Agustus, mereka mulai belajar terbang dan setelah itu mulai berpencar.”

Direktorat Konservasi Alam dan Taman Nasional Izmir selalu melakukan pekerjaan ini dengan cermat dan hati-hati, terutama selama masa inkubasi dan penangkaran. Tekait hal ini Aslanapa mengatakan: “Pulau flamingo yang berada di Delta Gediz ini, selalu direhabilitasi setiap tahun sebelum masa penangkaran. Penutup tanah pulau dilunakkan dan ditangkai untuk memudahkan flamingo bertelur. Pulau ini dikelilingi pagar kayu untuk melindungi telur dari hewan liar. Pekerjaan atau operasi apa pun yang bisa mengganggu aktivitas mereka, seperti kehadiran manusia dan masuk keluarnya kendaraan tidak diizinkan.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here