Fatih berlayar Untuk Pengeboran Perdana di Laut Hitam.

0
71
Fatih Donmez, Menteri ESDM Turki.

Kapal pengeboran perdana Turki (Fatih) akan memulai pengeboran pertama di lokasi Tuna-1 (dekat trabzon) pada pertengahan Juli, kata menteri energi Turki Fatih Dönmez

BERITATURKI.COM, ISTANBUL (30/05)

Kapal Pengeboran pertama Turki, Fatih, berlayar dari Pelabuhan Haydarpasa Istanbul untuk misi pengeboran di Laut Hitam, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Fatih Donmez, Jumat.

Berbicara pada upacara pengiriman, menteri ESDM Turki mengatakan bahwa tiang Fatih sepanjang 103 meter dibongkar di pelabuhan Haydarpasa untuk memungkinkan kapal melewati selat bosphorus dengan aman di bawah jembatan Bosphorus dan diproyeksikan setelah mencapai Trabzon di timur laut pada Turki pada 1 Juni mendatang, tiang tersebut dipasang kembali.

“Setelah menyelesaikan periode persiapan hampir 1,5 bulan, Fatih akan memulai pengeboran pertama di Laut Hitam di lokasi Tuna-1 pada pertengahan Juli,” kata Donmez.

Perjalanan kapal Pengeboran Turki (Fatih-01) ke laut Hitam dilepas Menteri Energi dan Presiden Erdogan, kemarin (29/05) setelah perayaan penaklukan konstantinopel 1453-2020.

Turki akan terus melakukan studi eksplorasi lepas pantai yang sangat penting bagi kemandirian energi negara, tambahnya.

“Yavuz melanjutkan operasinya di lokasi Selcuklu-1 di Laut Mediterania, yang menandai aktivitas pengeboran ke-7 yang dilakukan di daerah tersebut. Kapal-kapal seismik Barbaros Hayrettin Pasa dan Oruc Reis juga telah menjelajahi lautan kami,” katanya.

Turki, sebagai negara penjamin untuk Republik Turki Siprus Utara (TRNC), saat ini melakukan kegiatan eksplorasi hidrokarbon di Mediterania Timur dengan kapal pengeboran Yavuz Selim bersama dengan dua kapal seismik lainnya, Oruc Reis dan Barbaros Hayrettin Pasa, yang juga beroperasi di wilayah tersebut.

Kapal perang ketiga Turki, Kanuni, tiba di Tasucu, Mersin, sebuah kota pantai di wilayah Mediterania negara itu pada 15 Maret.

Menyusul penyelesaian studi pembaruan dan peningkatan, Kanuni juga diproyeksikan akan mulai beroperasi di Laut Mediterania tahun ini, menurut Donmez.

Negara itu berencana untuk melakukan lima percobaan di Laut Mediterania Timur tahun ini, menurut Program Kepresidenan Turki untuk tahun 2020 ini.

“Dua kapal seismik dan dua kapal pengeboran kami akan terus bekerja di Mediterania Timur dengan kapasitas penuh. Dengan berlayarnya Fatih ke Laut Hitam, kami sekarang menjembatani kesenjangan yang paling penting,” katanya.

Eksplorasi baru di Mediterania Timur dalam 3-4 bulan

Pada 27 November, Ankara dan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB menandatangani dua pakta terpisah, satu yang mencakup kerja sama militer dan batas laut lainnya dari kedua negara tersebut di Laut Mediterania Timur.

Pakta kelautan menegaskan hak Turki di Mediterania Timur dalam menghadapi pengeboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani, Turku mengklarifikasi bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut. Ini mulai berlaku pada 8 Desember 2020.

Donmez mengatakan bahwa di bawah pakta ini, Turkish Petroleum (TP) –perusahaan minyak nasional Turki– telah mengajukan permohonan untuk kegiatan pengeboran di wilayah perbatasan laut zona ekonomi Turki.

“Dalam 3-4 bulan ke depan, kegiatan pertama kami di sini diperkirakan akan dimulai,” kata Donmez dan menambahkan bahwa studi seismik akan dilakukan dan kemudian daerah eksplorasi akan ditentukan tergantung pada analisis data seismik./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here