Erdoğan: Universitas Turki Sambut Beragam Pandangan

0
61
Dok. Daily Sabah

Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyampaikan bahwa universitas Turki menyambut banyak pandangan secara terbuka, kecuali pandangan yang mendukung terorisme dan kekerasan.

“Kami memberikan tempat bagi berbagai pandangan, tidak peduli seberapa kaku mereka, selama mereka tidak terlibat dalam kekerasan dan tidak memberikan tempat bagi gerakan terorisme,” tutur Erdoğan pada acara pembukaan tahun ajaran baru di Universitas Erciyes, Kayseri.

Erdoğan mengatakan selama 16 tahun terakhir Turki telah mengambil langkah-langkah besar dalam lingkup liberal, tidak hanya di bidang ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur, tetapi juga dalam bidang pendidikan.

“Kami tahu betul bahwa universitas Turki menikmati era paling liberal, mandiri, dan kuat dalam sejarah mereka,” tambahnya.

Erdoğan mengatakan bahwa tidak ada negara beradab yang bisa membiarkan terorisme berakar di universitas.

“Karena menyebarkan propaganda teroris tidak dapat dianggap sebagai bentuk kebebasan berpikir di suatu negara demokratis, dimanapun di seluruh dunia,” ujar Erdoğan.

Ia menambahkan bahwa Turki menempatkan pentingnya mencerminkan diferensiasi sosial di sebuah universitas karena mereka harus membawa identitas secara universal.

Turki aktif di panggung regional

Erdoğan juga menekankan peran Turki sebagai negara yang mampu melangkah kedalam isu-isu regional, seperti perang sipil Suriah dan Irak.

“Saat ini Turki adalah negara yang mengintervensi masalah regional seperti Suriah dan Irak, serta dapat menerapkan semua jenis tindakan yang diperlukan untuk kelangsungan negara,” kata Erdoğan .

Turki telah melakukan dua kali operasi lintas batas utama ke Suriah sejak 2016, Operasi Euphrates Shield dan Operation Olive Branch, yang dimaksudkan untuk membersihkan wilayah perbatasan kelompok-kelompok teroris seperti PKK / PYD yang mengancam pemerintahan Turki dan penduduk lokal.

Untuk membantu warga sipil Suriah, Erdoğan juga telah memperjuangkan sikap inisiatif seperti zona de-eskalasi ketika mengirim bantuan kemanusiaan dan mendesak diakhirinya serangan yang menargetkan warga sipil tersebut.

Dalam serangan lintas batas ke Irak utara, pasukan Turki berusaha menghilangkan tempat persembunyian PKK, sebuah kelompok teroris yang telah mengambil sekitar 40.000 nyawa di Turki, termasuk wanita dan anak-anak.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here