Erdogan: Turki Sepakati Pembelian Rudal S-400 Rusia

1
44
Foto Anadolu Agency

BERITATURKI.COM, Ankara – Presiden Turki mengatakan pada hari Rabu, 6 Maret 2019, bahwa Ankara telah menyelesaikan perjanjian pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

“Kami menyelesaikan pembelian S-400, menandatangani kesepakatan dengan Rusia, dan akan memulai produksi bersama,” kata Recep Tayyip Erdogan, berbicara dalam sebuah wawancara televisi.

“Kedepannya kita dapat melakukan kerja sama produksi sistem generasi berikutnya, S-500,” kata Erdogan.

Pejabat AS menyarankan agar Turki membeli rudal Patriot AS dibandingkan sistem pertahanan rudal produksi Rusia. Alasannya yaitu S-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO. Namun para pejabat Turki mengatakan bahwa Turki tidak akan kembali pada perjanjian dengan Rusia, bahkan jika mereka juga akan membeli Patriot.

Melawan Terorisme

Erdogan mengatakan bahwa Turki telah memberikan pukulan berat kepada teroris PKK di dalam dan luar negeri seperti yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Kekuatan mereka baik di pegunungan dan kota-kota telah banyak melemah,” katanya.

Erdogan juga menambahkan bahwa Turki akan melanjutkan operasi kontra-terornya sampai ancaman teror terakhir terhadap negara tersebut dihilangkan.

“Ada peningkatan luar biasa dalam jumlah teroris yang menyerah. Partisipasi dalam PKK berada pada level terendah,” kata Erdogan, bertekad untuk melakukan operasi baru untuk menghancurkan akar-akar terorisme.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki akan menghancurkan akar terorisme terlepas dari negara asalnya.

“Kami akan menghancurkan mereka di Suriah jika mereka datang dari Suriah, atau di Irak jika mereka datang dari Irak. Sama seperti kami menghilangkan koridor teror di Suriah, kami akan menyerang lagi jika ada perkembangan baru di sana,” kata Erdogan.

Mengingat wacana AS tentang tidak menargetkan orang Kurdi, Erdogan menekankan bahwa ia memperingatkan Presiden AS Donald Trump tentang penggunaan “ekspresi” yang salah.

“Saya mengatakan kepada [Trump] bahwa selama Anda menggunakan ungkapan ini, Anda akan membuat kesalahan. Perjuangan kami adalah melawan kelompok teror [PKK] ini, bukan melawan saudara Kurdi kami. Mungkin ada orang Kurdi, Prancis, Jerman, Inggris di antara kelompok teror tersebut,” katanya, mencatat bahwa anggota teroris asing Daesh memungkinkan berasal  dari seluruh dunia.

Beralih ke Suriah, ia mengatakan lebih dari 310.000 warga Suriah telah kembali ke rumah mereka di Jarablus, Azaz, Afrin dan Al-Bab.

“Ada perdamaian, kebebasan dan demokrasi di daerah-daerah di bawah kendali Turki. Meskipun kadang-kadang terjadi perselisihan”, kata Erdogan sambil menekankan bahwa Turki dan Rusia mempertahankan kerja sama mereka melawan terorisme di kota-kota Suriah, Idlib dan Afrin.

Zona aman

Di zona aman di Suriah, Erdogan mengingat bahwa ia pertama kali mengusulkan pembentukan zona aman untuk mantan Presiden AS Barrack Obama. Erdogan mengatakan zona aman harus dikontrol oleh Turki dan tidak ada negara lain yang diizinkan untuk berbagi kendali.

“Karena serangan dari sana [Suriah] mungkin terjadi kapan saja. Biarkan saya memberi tahu Anda apa yang akan mereka [AS] lakukan; mereka akan memberikan kendali atas daerah ini kepada YPG dan PYD. Tidak mungkin bagi Turki untuk menerima ini.”

Menyambut sikap tegas Trump di zona aman Suriah, Erdogan mengatakan keadaan internal AS mungkin menghalangi proses tersebut.

“Namun, AS harus mengakhiri hubungannya dengan kelompok teror PYD / YPG.”

Pada bulan Desember, Trump mengumumkan rencana untuk menarik 2.000 tentara Amerika dari negara yang dilanda perang, dengan mengatakan koalisi pimpinan-AS telah berhasil mengalahkan Daesh secara militer. Bagaimanapun, pada bulan lalu administrasi Trump mengalami kemunduran. Erdogan mengatakan bahwa sekitar 200-400 tentara akan tetap di Suriah sebagai bagian dari upaya pemeliharaan perdamaian.

Personel militer AS sejak itu mengatakan bahwa beberapa ratus tentara akan tetap di kawasan itu dengan pasukan tetap yang ditempatkan di timur laut Suriah untuk menciptakan zona aman serta pasukan yang ditempatkan di garnisun al-Tanf di Suriah selatan. Pekan lalu, ketika berbicara dengan pasukan AS di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf di Alaska, Trump mengatakan bahwa 100 persen wilayah Daesh telah diambil alih.

Senjata AS di Suriah

Erdogan memperingatkan AS tentang senjata yang mereka berikan kepada teroris di Suriah dan mengatakan bahwa nomor seri senjata-senjata milik AS bukanlah solusi. Ia menekankan bahwa Turki menghadapi masalah yang sama di Irak dan senjata telah diserahkan kepada kelompok teror PKK.

“AS mungkin bisa mengambil senjata dari Suriah, karena senjata itu adalah milik mereka sendiri. Namun, jika diperlukan, Turki bisa duduk bersama AS di meja perundingan dan membelinya. Mereka tidak boleh memberikan senjata-senjata ini kepada para teroris,” katanya, merujuk pada YPG / PKK.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here