Erdogan: Turki Akan Meningkatkan Jumlah Pelajar Internasional

0
40

BERITATURKI.COM, Ankara – Kabar bahagia bagi pemburu study di Turki! Baru-baru ini Presiden Erdogan secara terbuka menyampaikan bahwa Turki memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah pelajar asing yang menempuh pendidikan di Negara Turki. Hal tersebut disampaikannya pada hari Rabu, 3 Juli 2019.

“Tujuan kami adalah meningkatkan jumlah siswa internasional [di Turki] menjadi 200.000 siswa hingga tahun 2023,” kata Recep Tayyip Erdogan pada upacara kelulusan Turks Abroad and Communities Communities (YTB).

Turki menampung hampir 150.000 siswa internasional, menurut ketua Dewan Pendidikan Tinggi Turki, Yekta Sarac.

“Kami melihat Anda sebagai ‘delegasi penyebar misi Turki’ ketika Anda kembali ke negara asal Anda,” tututr Erdogan kepada siswa internasional yang belajar di Turki.

“Di aula ini, saya melihat menteri masa depan, perdana menteri, politisi, seniman dan – mudah-mudahan – ilmuwan yang kelak akan meraih Nobel. Di aula ini, saya melihat hati yang akan melayani negara mereka dan seluruh umat manusia dengan karya-karya mereka,” tambahnya .

Menekankan bahwa sebagian besar pelamar beasiswa Turki berasal dari daerah yang berjuang dengan masalah serius seperti Suriah, Palestina, Afghanistan, Yaman, Irak, Somalia dan Myanmar, Erdogan mengatakan bahwa hal ini adalah tanda bahwa program tersebut mencapai tujuannya.

“Kami saat ini menampung 150.000 siswa internasional dari 182 negara berbeda yang belajar di negara kami,” katanya.

Presiden Erdogan menggarisbawahi bahwa Turki dengan berani menyatakan bahwa “dunia lebih besar dari lima” dengan kepercayaan diri yang berasal dari kemajuan yang telah dibuat negara dalam beberapa dekade terakhir.

“Jika ada warga Turki yang bersuara menentang ketidakadilan dan pelanggaran hukum, ini adalah hasil dari keberhasilan yang dicapai selama periode pemerintahan kita,” katanya.

Erdogan menambahkan bahwa karena hasil kemenangan diplomatik serta ekonomi, Turki mampu merangkul Palestina, membantu Afrika dan melindungi masyarakat di sekitar kawasan Asia Tengah dan Balkan. Ia menambahkan bahwa Turki tidak pernah mengadopsi kekerasan atau metode ilegal untuk melayani kepentingannya.

Erdogan menggarisbawahi bahwa Turki akan menegakkan “sikap berprinsip” -nya, mengabadikan legitimasi demokrasi, diplomasi, dan pemilihan umum.

Universitas khusus wanita

Erdogan menyerukan pembentukan universitas khusus wanita di Turki, merujuk ke Jepang, yang konon memiliki 80 institusi pendidikan tinggi serupa dari total 800 institusi pendidikan yang ada. Meminta dewan pendidikan tinggi Turki untuk bekerja pada sistem yang sama, Erdogan mengatakan bahwa hal ini akan menjadi  penting bagi Turki.

“Turki harus mengambil langkah serupa,” katanya.

Erdogan mengunjungi Jepang pada pekan lalu untuk menghadiri KTT Pemimpin G20 di Osaka, di mana ia bertemu para pemimpin dunia dari 19 negara dan Uni Eropa. Ia juga mencatat bahwa ada dua universitas, 269 sekolah dan 35 asrama yang beroperasi di luar negeri melalui Yayasan Maarif Turki.

Yayasan Maarif Turki mendirikan sekolah dan pusat pendidikan di luar negeri. Erdogan megungkapkan bahwa banyak organisasi non-pemerintah memiliki inisiatif serupa baik di dalam maupun di luar negeri.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here