Erdogan: Sanksi AS Tidak Bisa Lukai Hubungan Turki-Iran

0
42
Foto Anadolu Agency

Ankara. Ankara dan Teheran perlu mencegah sanksi AS untuk menghalangi negara-negara tetangga mencapai target bilateral mereka, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis, 20 Desember 2018.

“Kami harus menghentikan keputusan sanksi AS terhadap Iran dari menghalangi kami mencapai target kami,” tutur Erdogan dalam Forum Bisnis Turki-Iran di ibukota Turki, Ankara.

Ia mengatakan bahwa Turki siap melakukan bagiannya untuk mencapai tingkat hubungan bilateral yang diinginkan dengan Iran.

“Tidak seorang pun harus mengharapkan kami mengakhiri hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Iran karena sanksi,” tambah presiden Turki itu.

Erdogan mengatakan bahwa ia yakin sanksi terhadap Iran dapat diubah menjadi peluang bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral mereka. Pada bulan Agustus, AS kembali memberlakukan sanksi babak pertama yang ditujukan pada sektor perbankan Iran.

Fase kedua sanksi yang menargetkan sektor energi Iran mulai berlaku pada 5 November, meskipun Washington memberikan penangguhan selama 180 hari kepada delapan pembeli terbesar minyak Iran, termasuk Turki. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Teheran menghadapi embargo yang kejam dan tidak adil.

Potensi ekonomi lebih baik dari sebelumnya

“Embargo ini dapat menjadi ancaman dan dapat menurunkan volume perdagangan serta membatasi hubungan kami. Namun, kami dapat membuat rencana yang baik dan mengubah ancaman ini menjadi peluang,” kata Rouhani.

Ia mengatakan bahwa potensi ekonomi antara negara-negara menjadi lebih baik dari sebelumnya. Presiden Iran mengundang pengusaha Turki untuk berinvestasi di negaranya dalam bidang energi.

“Kami siap untuk mengalokasikan semua zat, pelabuhan, wilayah, dan fasilitas yang diperlukan kepada para investor, jika investor Turki ingin berinvestasi di daerah manapun di Iran untuk membangun kilang dan beroperasi di bidang petrokimia,” kata Rouhani.

Erdogan mengatakan bahwa kunjungan Rouhani merupakan tonggak penting dalam negosiasi perpanjangan Perjanjian Perdagangan Preferensial. Ia menambahkan bahwa negara-negara itu ingin meningkatkan volume perdagangan bilateral menjadi $ 30 miliar. Presiden juga menekankan keamanan regional yang membebani Turki dan Iran.

Erdogan menambahkan bahwa pertemuan trilateral di Suriah dengan Rusia dan Iran akan berlanjut.

“Kami perlu memastikan keamanan regional sehingga kami juga dapat memastikan dan mengembangkan keamanan ekonomi kami,” ungkap Edogan.

Kamis pagi, kedua pemimpin negara tersebut menghadiri Pertemuan ke-5 dari Dewan Kerjasama Tingkat Tinggi Turki-Iran, di mana mereka membahas hubungan bilateral, dan perkembangan regional serta internasional.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here