Erdoğan Resmikan Masjid Terbesar di Kirgistan, Asia Tengah

0
166
Dok. Daily Sabah

Masjid Agung Imam Sarakhsi secara resmi dibuka hari Minggu (02/03) di ibukota Kirgistan, Bishkek. Nama masjid yang diambil dari seorang cendikiawan terkenal pada abad ke 11 itu dibangun oleh yayasan yang dikelola oleh Dewan Urusan Agama (DİB) milik negara Turki. Masjid ini adalah yang terbesar di Asia Tengah dengan kapasitas  30.000 orang.

Presiden Recep Tayyip Erdoğan melakukan kunjungan resmi ke Kirgistan dan membuka peresmian masjid bersama Presiden Kirgistan, Sooronbay Jeenbekov.

Masjid ini sangat mirip dengan Masjid Kocatepe yang berada di ibukota Turki Ankara dengan tampilan nuansa Islam khas Turki Ottoman dalam desainnya. Konstruksi masjid dimulai pada  tahun 2012 diatas lahan seluas 35 hektar milik otoritas keagamaan Kirgistan.

Dok. Daily Sabah

Masjid ini menjadi ikon baru bagi ibu kota negara Asia Tengah. Ruang tertutup bangunan masjid seluas 7.500 meter persegi memungkinkan 9.000 orang melakukan ibadah pada saat yang bersamaan.Total daya tampung ruang terbuka dan ruang tertutup masjid ini sebanyak 30.000 jama’ah sekaligus.

Selain ruangan untuk shalat, masjid Agung Imam Sarakhsi juga memiliki tempat parkir yang luas, ruang kelas, ruang konferensi untuk studi Islam serta ruang makan. Masjid ini memiliki empat menara dengan ketinggian masing-masing 68 meter dan tiga balkon di setiap menara. Dua lampu gantung besar menggantung dari kubah masjid yang telah dihiasi kerajinan dengan nuansa Ottoman. Kubah setinggi 37 meter, dengan diameter 23 meter di bagian dalam dan 25 meter di bagian luar terpasang di puncak masjid. Struktur kubah tersebut dibangun dari marmer putih yang berasal dari Turki.

Tidak seperti negara-negara lain di Asia Tengah, Kirgistan tergolong negara terakhir dalam mengenal agam dan kebudayaan Islam. Pada era Uni Soviet, Muslim Kirgistan mengalami penindasan. Agama serta keberadaan masjid di Kirgistan mulai berkembang setelah jatuhnya rezim komunis. Turki turut memberikan bantuan dalam bidang pendidikan agama Islam di Kirgistan hingga akhirnya Diyanet Foundation mulai membangun masjid Imam Sarakhsi serta mendirikan Fakultas Teologi di Osh, Kirgistan.

Dalam peresmian tersebut Erdogan berharap agar masjid itu dapat menghidupkan kembali ikatan bersejarah antara Anatolia dan Asia Tengah.

“Saya harap masjid ini akan menjadi simbol persatuan dan perdamaian antar saudara. Kami adalah satu bangsa yang terbagi kedalam dua negara bagian. Lebih dari itu, kami adalah satu umat (Muslim),” kata Erdogan.

“Masjid ini adalah contoh yang sangat baik dari pemahaman arsitektur yang menggabungkan tradisi dengan pendekatan modern,” katanya, seraya menambahkan bahwa Bishkek akan terkenal karena ikon masjid baru ini.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here