Erdogan Peringati 745 Tahun Kematian Mevlana Rumi

0
68
Foto Anadolu Agency

Konya, Turki. Presiden Turki Erdogan pada hari Senin, 17 Desember 2018 menghadiri upacara yang menandai wafatnya seorang penyair religius legendaris pada 800 tahun lalu. Dalam acara Arus Sheb-i atau acara untuk memperingati wafatnya cendikiawan Sufi Islam abad ke-13, Mevlana Jalaluddin al-Rumi, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyinggung perang sipil yang berlangsung lama di Suriah.

Ia menegaskan kembali pendiriannya terhadap Suriah dengan mengatakan bahwa pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad sedang mencoba untuk melindungi dirinya sendiri dibalik pembantaian yang dilakukan olehnya kepada 1 juta rakyatnya sendiri. Presiden menambahkan bahwa beberapa pihak masih mendukung Assad dan mencoba untuk melindungi posisinya.

Suriah telah terkunci dalam perang sipil yang ganas sejak awal tahun 2011, saat rezim Assad menindak keras para pengunjuk rasa dengan serangan brutal yang tak terduga. Sejak itu, ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut pejabat PBB.

Lahir di sebuah keluarga Turki pada tahun tahun 1207, di tempat yang sekarang kita kenal dengan nama Afghanistan, Rumi adalah salah satu filsuf yang paling banyak mendapat perhatian dunia, dengan ajaran yang melampaui batas ras, warna kulit, dan agama. Di Turki Rumi dikenang oleh para pengikutnya sebagai Mevlana – yang berarti cendikiawan.

Setelah kematiannya pada tahun 1273, pengikut Rumi mendirikan Ordo Mevlevi yang juga dikenal sebagai Ordo Darwis Berputar, terkenal karena tarian Sufi yang dikenal sebagai upacara Sema. Setiap tahun, upacara peringatan internasional yang menandai wafatnya Rumi diadakan di Konya setiap tanggal 7-17 Desember untuk menghormati cendekiawan Muslim tersebut.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here