Erdogan: Pemilu Selesai, Kini Saatya Pengadilan Memutuskan

0
33

BERITATURKI.COM, Ankara – Lima hari berlalu pasca pemungutan suara lokal yang diselenggarakan serentak di seluruh Turki pada hari Ahad, 31 Maret 2019, namun proses pengadilan terus berlanjut, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Jika hasil [dewan pemilihan provinsi] tidak tumpang tindih dengan kami, maka Dewan Pemilihan Agung adalah pembuat keputusan akhir bagi kami,” tutur Erdogan setelah shalat Jumat di Istanbul.

“Adalah hak kami untuk menerapkannya,” tambahnya, merujuk pada Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang mengusulkan penghitungan ulang di kota-kota besar seperti Istanbul dan Ankara.

Aliansi Rakyat dalam pemilihan 31 Maret, yang terdiri dari Partai AK dan Gerakan Nasionalis (MHP), mendapat 53,3% suara dan memenangkan 25 dari 39 kota Istanbul, kata Erdogan. Erdogan menambahkan bahwa AKP menang di 15 dari 30 kota metropolitan Turki. Lebih lanjut, ia menunjukkan bahwa AKP memenangkan 511 dari 911 distrik di Turki sementara MHP menang di 135 distrik, yang berarti 70% dari jumlah distrik dimenangkan oleh Aliansi Rakyat.

Melansir Anadolu Agency, Erdogan juga mengkritik Ekrem Imamoglu, oposisi utama kandidat Partai Rakyat Republik (CHP) Istanbul, karena mengunjungi makam Ataturk Anitkabir di ibukota Ankara sementara hasil pemilihan masih belum jelas. Ia kemudian menuduh AS dan Eropa memiliki dua wajah dan berusaha untuk mengganggu Turki dengan mempertimbangkan proses sejak pemilihan.

“Anda telah berulang kali mengajukan keberatan seperti itu di negara Anda,” katanya, seraya menambahkan bahwa AS dan Eropa telah melihat banyak kasus kandidat dan partai yang keberatan dengan hasil jajak pendapat.

“Sekarang mereka mencoba untuk mengganggu urusan dalam negeri Turki. Tetapi mereka harus tahu bahwa Turki bukan negara biasa. Dengan jumlah pemilih 82-83%, Turki memberikan pelajaran dalam demokrasi ke seluruh dunia,” tegasnya.

Sistem rudal S-400 Rusia

Ditanya tentang kunjungan mendatang ke Rusia, Erdogan mengatakan bahwa penjualan sistem pertahanan rudal S-400 ke Turki akan menjadi topik diskusi yang penting.

“Kami telah menyimpulkan proses mengenai S-400, dan pembayaran kami untuk S-400 terus berlanjut,” katanya.

Ia menggarisbawahi bahwa Turki ingin membeli sistem pertahanan rudal Patriot dari AS, tetapi syarat dan ketentuan Washington gagal untuk menyerupai tawaran yang serupa dengan Moskow.

“Karena itulah saat ini kami tidak condong pada penawaran AS.”

Erdogan juga menyentuh masalah kesepakatan untuk membeli pesawat F-35 AS, yang pengirimannya menjadi kontroversial karena tekanan Washington terhadap aktivitas Turki  yang melakukan pembelian S-400 dari Rusia.

“Dua dari mereka [F-35] dikirimkan kepada kami, mereka berada di AS sekarang [untuk pelatihan]. Mereka telah mengirim yang ketiga, dan yang keempat akan dikirimkan segera, saya sudah mengatakan itu selama berminggu-minggu. Mereka akan memberikan yang keempat juga,” katanya.

Erdogan mengutip komentar Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg baru-baru ini yang menyebut pengadaan S-400 sebagai sebuah keputusan nasional. Ia menambahkan bahwa Stoltenberg juga mengatakan aliansi transatlantik tidak dapat memutuskan apa yang dibeli oleh sistem pertahanan dan peralatan anggota negara.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here