Erdoğan mengambil sumpah jabatan sebagai kepala pertama dari presidensi eksekutif yang baru

0
60

Recep Tayyip Erdoğan, pemenang pemilihan presiden pada tanggal 24 Juni lalu,telah mengambil sumpah kepresidenan pada 8 Juli 2018 lalu di Parlemen dan masuk ke dalam Kompleks Presiden Beştepe di Ankara untuk melayani Turki selama lima tahun ke depan. Erdoğan mengambil sumpah presiden pada jam 4 sore waktu setempat di Parlemen, dan upacara diadakan di kompleks kepresidenan.

Pengambilan Sumpah juga menandai sistem eksekutif presidensial yang baru, transisi dari sistem parlementer, yang disetujui dalam referendum mengenai amandemen konstitusi pada 16 April tahun lalu. Saat ini Erdoğan menjadi kepala negara dan pemerintahan, dengan jabatan perdana menteri dihapuskan. Setelah upacara pengambilan sumpah, Erdoğan mengunjungi Anıtkabir, makam pendiri Turki Mustafa Kemal Atatürk. Pria yang terbiasa memenangkan setiap pemilihan sejak mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) pada tahun 2001, Erdogan juga mengklaim kemenangan dalam pemilihan 24 Juni dengan 52,59 persen, melebihi saingan terdekatnya, oposisi utama Partai Republik Rakyat (CHP) kandidat Muharrem Cukup, dengan lebih dari 20 poin persentase.

Upacara penting dalam sejarah politik Turki ini dihadiri oleh puluhan presiden, belasan perdana menteri dan pejabat negara tingkat tinggi lainnya dari negara-negara yang diundang, di samping itu banyak tokoh penting dari dunia bisnis, seni dan olahraga. Pada upacara tersebut, Rusia diwakili oleh Perdana Menteri Dmitry Medvedev, sedangkan AS diwakili oleh US Charge d’Affaires di Ankara, Philip Kosnett. Keluarga prajurit yang gugur dan veteran juga dihartak luput dari undangan untuk menghadiri upacara.

Sumber: Sabah Daily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here