Erdogan Memberikan Ucapan Pada Peringatan 568 Tahun Penaklukan Istanbul

0
46

BERITATURKI.COM, Istanbul – Untuk memperingati hari penaklukan kota Konstantinopel (Istanbul), Presiden Erdogan memposting tulisan di akun Twitter-nya dengan berkata, “Saya mengucapkan selamat pada peringatan 568 tahun Penaklukan Istanbul, salah satu kemenangan paling gemilang dalam sejarah kita. Selamat kepada Sultan Muhammad Al-Fatih Han dan pasukan yang mulia nya, yang dipuji oleh Nabi kita, yang menambahkan kota unik ini ke dalam warisan peradaban kita, mari kita ingat jasa para syuhada dengan penuh doa dan hormat.”

Dalam postingan ini, terdapat juga sebuah Hadis Rasul Saw beserta gambar visual Masjid Hagia Sophia-i Kebir-i Şerifi. Dalam hadis ini Rasul bersabda “Sesungguhnya akan dibuka Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.”

Sebelum sultan Al-Fatih menaklukan Istanbul, ada 3 ekspedisi besar untuk menaklukan Konstantinopel selama masa kekhalifahan Bani Umayyah, dan ekspedisi lain dilakukan oleh Kekhalifahan Bani Abbasiyah pada tahun 781-782. Secara khusus, pengepungan pertama kali Istanbul dilaksanakan oleh pasukan dibawah komando Muawiyah bin Abu Sufyan, dan diikuti oleh beberapa para sahabat, salah satu nya adalah Abu Ayyub Al-Anshari.

Sebelum tahun 1453, Konstantinopel juga pernah dikepung puluhan kali oleh berbagai penguasa non muslim. Diantaranya: sebelum masehi: Raja Makedonia Phillippe, Kaisar Romawi Septim Severus. Setelah masehi: Penguasa Iran Keyhüsrev, Avar Turks, Kekaisaran Bulgaria I dan II, Rusia, Kievan Rus ‘, Tentara Salib, Kekaisaran Iznik, Venesia dan Genoa. Selain itu, disebutkan juga dalam beberapa sumber bahwa Atilla, Viking, dan Goth pernah mengepung kota Konstantinopel juga.

Sultan Muhammad Al-Fatih

Namun akhirnya Konstantinopel (Istanbul) berhasil ditaklukkan pada tanggal 29 Mei 1453 oleh pasukan Utsmaniyah di bawah pimpinan Sultan Muhammad II. Setelah penaklukan, Sultan Muhammad II mendapatkan gelar “Sang Penakluk/Al-Fatih”. Setelah itu Sultan Muhammad II mengubah Hagia Sophia yang sebelumnya sebagai katedral terbesar menjadi mesjid sebagai tempat ibadah terbesar ummat Islam di kota itu. Dan menjadikan masjid tersebut sebagai tanda/simbol penaklukan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here