Erdogan Memberi Respon Terkait Masalah Imigran di Laut Aegea

0
20

BERITATURKI.COM, Izmir – Pada hari kamis (9/9) Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengirim pesan video ke acara simposium dengan tema “Sea of ​​Islands and Neighborhood Relations with Greece Symposium” yang diselenggarakan oleh Dokuz Eylül University dan Başkent University.

Erdogan memulai video nya dengan berkata : “Saya mengucapkan terimakasih kepada Dokuz Eylül University dan Başkent University atas penyelenggaraan simposium ini.

Laut Aegea merupakan laut yang disebutkan oleh nenek moyang sebagai “Laut Kepulauan” yang berada di persimpangan peradaban sepanjang sejarah dan merupakan salah satu cekungan budaya umum umat manusia. Laut yang indah ini juga merupakan laut di mana puisi ditulis dan lagu dinyanyikan, sehingga menjadi simbol kerja sama dan perdamaian. Namun sayangnya laut ini telah muncul ke permukaan dengan berbagai tragedi kemanusiaan dalam beberapa tahun terakhir.”

“Ribuan imigran yang melarikan diri dari perang saudara dan pembantaian yang telah berlangsung selama sekitar 11 tahun di Suriah telah kehilangan nyawa mereka di Laut Aegea. Bayi Aylan yang tubuh mungilnya terdampar di pantai 6 tahun lalu telah diukir dalam ingatan dunia modern. Tidak ada satu pun pihak terutama dari Eropa yang turut mengambil langkah untuk membuat para pengungsi hidup dengan aman dan damai di tanah air mereka sendiri. Turki selalu dibiarkan sendiri dalam melakukan perjuangannya yang luar biasa untuk mencegah migrasi tidak teratur yang berasal dari Suriah.”

“Dalam menghadapi masalah ini, tetangga kami Yunani malah mempercepat kebijakan politik maksimalist nya dari pada memberikan kontribusi yang berarti bagi kami. Sementara penyelesaian krisis pengungsi mungkin dapat berperan penting dalam memperkuat kerja sama antara kedua negara, tetapi peluang bersejarah ini sia-sia karena sikap Yunani yang tidak mau berkompromi. Sebagai sebuah negara, Turki ingin Laut Aegea menjadi tempat yang dikenang dengan perdamaian dan persahabatan daripada dikenang dengan ketegangan dan konflik.

Dengan pemahaman ini, kami telah berhati-hati untuk tidak menjadi pihak yang meningkatkan ketegangan sampai sekarang. Kami selalu bersikap tenang dalam menghadapi langkah tetangga kami Yunani yang meningkatkan ketegangan, terutama wilayah yurisdiksi angkatan laut, pelanggaran status pulau non-militer dan pengumuman navtex. Kami memprioritaskan penyelesaian masalah ini melalui dialog dan negosiasi. Sementara itu kami akan terus membela sampai akhir hak-hak sah kami yang timbul dari sejarah dan hukum internasional dan kami tidak pernah mengabaikan untuk membuka lapangan diplomasi.

Hari ini, kami mempertahankan sikap positif ini. Kami mengharapkan tetangga kami Yunani untuk menghormati hak dan kepentingan kami, menghindari kejadian yang pernah terjadi dan tindakan sepihak. Saya percaya bahwa kita akan menemukan solusi dengan Yunani berdasarkan kesetaraan, keadilan dan kerja sama berdasarkan hukum bertetangga.”

Erdogan menutup pembicaraan nya dengan berkata :

“Kami ingin meninggalkan masa depan yang lebih stabil, damai dan lebih aman bagi anak-anak kami di masa depan. Saya pikir simposium yang diadakan dengan partisipasi para ahli di bidangnya ini akan memandu kami dalam pencarian ini. Saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan simposium ini dan kepada semua peserta yang turut berkontribusi dalam program dengan ide-ide berharga anda.”

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here