Erdoğan: Kanal Istanbul Tidak Ada Hubungannya Dengan Konvensi Montreux

0
114
Bendera nasional Turki dikibarkan di Jembatan Martir 15 Juli, sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Bosporus, saat kapal berlayar melalui Bosporus, di Istanbul, Turki 8 November 2020. (Foto AFP)

BERITATURKI.COM, Istanbul- Kanal Istanbul tidak ada hubungannya dengan Konvensi Montreux, kata Presiden Recep Tayyip Erdoğan Rabu, menyebut bahwa proyek jalur Büyükçekmece di tepi barat Istanbul merupakan hak kedaulatan Turki sepenuhnya dan Ia bersumpah bahwa itu akan membawa keuntungan besar bagi penduduk kota ini.

“Istanbul Kanal ini tidak ada hubungannya dengan Konvensi Montreux, dan ini akan membawa kemakmuran bagi Turki dan perdamaian yang lebih besar,” kata Erdogan, mengacu pada perjanjian 1936 yang memberi Turki kendali atas Bosporus dan Dardanella dan mengatur transit kapal perang angkatan laut.

“Kami sedang melakukan pekerjaan di mana kami akan membangun kemerdekaan kami sendiri, kedaulatan kami sepenuhnya,” tambahnya, berbicara di Perpustakaan Nasional Kepresidenan di ibu kota Ankara.

Konvensi tersebut menjamin perjalanan bebas kapal sipil di saat damai dan membatasi perjalanan kapal angkatan laut yang bukan milik negara bagian pesisir Laut Hitam dan mengatur kapal kargo asing.

Erdogan awal bulan ini mengatakan Turki tetap berkomitmen pada kesepakatan itu tetapi dapat meninjaunya di masa depan.

Ditandatangani pada 20 Juli 1936, di Istana Montreux di Swiss, konvensi tersebut memberikan izin kepada Turki untuk meremiliterisasi Bosporus dan Dardanella. Ini mulai berlaku pada 9 November 1936, dan terdaftar di Seri Perjanjian Liga Bangsa-Bangsa pada 11 Desember 1936.

Erdogan menyatakan bahwa proyek Kanal Istanbul akan menambah kekayaan kota dan Bosporus akan lega karena masalah lingkungan.

Proyek ini akan menghubungkan Laut Hitam di utara Istanbul ke Laut Marmara di selatan, sejajar dengan Bosporus. Diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari TL 75 miliar ($ 9,2 miliar).

Para pejabat mengatakan Montreux tidak akan menutupi kanal.

Pemerintah mengatakan akan mengurangi lalu lintas di Selat Bosporus, salah satu jalur maritim tersibuk di dunia, dan mencegah kecelakaan serupa dengan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Tender pertama untuk kanal ini akan diadakan dalam waktu dekat, Erdogan mengatakan awal bulan ini. The dasar untuk proyek tersebut akan diletakkan di musim panas, tegasnya.

Pertama kali diumumkan satu dekade lalu, proyek jalur air bermaksud untuk membendung risiko yang ditimbulkan oleh kapal yang membawa barang berbahaya melalui Bosporus, terutama kapal tanker minyak.

Pemerintah juga telah lama memperhatikan lalu lintas padat di Selat Bosporus dan waktu tunggu yang diperpanjang di Istanbul untuk menggunakan jalur tersebut.

Sumber: Daily_Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here