Erdoğan: Kami “Kubur” Teroris di “Parit” yang Mereka Gali

0
75
Foto Hurriyet

Istanbul. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada 16 Desember 2018 mengulangi pendiriannya yang tegas terhadap terorisme dan mengkritik oposisi utama karena turut menyeru orang-orang untuk turun ke jalan.

“Kami selalu meledakkan otak para teroris. Kami mengubur mereka [teroris] di parit yang mereka gali sendiri, dan hal tersebut akan terus kami lakukan,” kata Erdogan pada upacara pelantikan Taman Nasional 15 Juli di distrik Esenler di Istanbul.

Pasukan keamanan Turki telah melakukan operasi anti teror di dalam negeri dan Irak utara untuk menetralisir PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa. Operasi anti-teror yang menargetkan FETÖ – kelompok di balik upaya kudeta 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka – juga telah berlanjut di seluruh negeri.

Selama pidatonya, Erdoğan juga memperingatkan oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) yang dipimpin oleh Kemal Kılıçdaroğlu yang mengundang orang-orang untuk mengadakan demonstrasi serupa dengan aksi protes Gezi Park pada tahun 2013. Presiden Turki Erdoğan mengecam mereka yang mengundang orang-orang untuk protes jalanan seperti ‘Yellow Vests’.

“Pak Kemal, Anda tidak bisa menyeru siapa pun untuk turun ke jalan. Biarkan saya memberi tahu Anda sesuatu: Ini bukan Paris atau Belanda,” tutur Presiden Erdoğan.

Pada musim panas 2013, demonstrasi yang relatif kecil di Gezi Park di Istanbul tumbuh menjadi gelombang protes nasional terhadap pemerintah yang menyebabkan sedikitnya delapan demonstran dan seorang perwira polisi tewas.

Sejak 17 November 2018, ribuan pengunjuk rasa mengenakan rompi kuning cerah, dijuluki Yellow Vests, telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk ibukota Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar kontroversial Macron dan situasi ekonomi yang memburuk. Selama demonstrasi, setidaknya empat orang tewas dan lebih dari seribu orang terluka.

Hal serupa juga terjadi di Belanda, pengunjuk rasa Yellow Vest menggelar aksi protes di jalan-jalan pada hari Sabtu. Aksi tersebut berlangsung di 16 kota, termasuk ibukota Amsterdam, Den Haag dan Rotterdam, atas seruan aksi yang dilakukan di media sosial oleh kelompok sayap kanan. Mereka memprotes kebijakan pemerintah tentang usia pensiun, layanan kesehatan dan pendidikan yang mahal dan masalah migrasi.(Yn)

Sumber: Hurriyet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here