Erdoğan: Iran adalah negara tetangga dan mitra strategis Turki

0
56

Memutuskan hubungan dengan mitra strategis global merupakan tindakan yang bertentangan dengan pemahaman Turki tentang kedaulatan, ungkap Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan saat bersiap untuk memulai perjalanan ke Afrika Selatan.

“Bagi kami memutuskan hubungan dengan mitra global strategis, yang sama seperti AS, merupakan tindakan bertentangan dengan pemahaman kita tentang kedaulatan. Iran adalah tetangga kami dan mitra strategis kami. Ada begitu banyak perkembangan dari kerjasama yang kami lakukan,” kata Erdogan kepada para anggota pers di Ankara sebelum naik pesawat kepresidenan ke Afrika Selatan.

Washington telah mengatakan kepada sekutu-sekutunya untuk memotong impor minyak Iran pada November, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri. Trump pada Mei mengatakan bahwa pemerintahannya menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang “cacat” dan disepakati oleh Iran bersama enam negara lainnya.

Erdogan akan menghadiri KTT yang akan diadakan antara Rabu (25/07) dan Jumat (27/07). Kehadirannya di KTT akan berperan sebagai penghubung pertama antara Turki dan blok BRICS.

Erdogan mengatakan dia akan membahas perkembangan di Suriah dengan presiden Rusia, Vladimir Putin selama perjalanannya ke Afrika Selatan.

“Perkembangan di Suriah, apakah di Tal Rifat atau Manbij, tidak berjalan seperti yang diinginkan. Satu-satunya tempat yang akan menuju arah yang diinginkan adalah Afrin, Jarabulus dan Al Bab,” kata Erdogan.

Presiden mengatakan masalah dalam Idlib dan Daraa juga akan dibahas selama pertemuannya dengan Putin. “Apa pun bisa terjadi di tempat-tempat ini kapan saja.”

Bulan lalu, rezim Suriah – dengan dukungan udara Rusia – meluncurkan operasi militer besar di Daraa, yang memungkinkan sekutunya untuk membangun kendali atas sebagian besar perbatasan Suriah dengan Yordania.

Pertempuran itu menyebabkan krisis dan pengungsian besar-besaran, dengan sekitar 350.000 warga sipil melarikan diri ke daerah Daraa dekat perbatasan.

Erdogan mengatakan dia akan menghadiri KTT yang akan berakhir pada hari Jumat (27/07) di Johannesburg sebagai ketua dari Organisasi Kerjasama Islam.

Kehadirannya di KTT akan berfungsi sebagai kontak tingkat tinggi pertama antara Turki dan blok BRICS.

“Saya percaya bahwa benua Afrika akan mengubah masa depan dunia kita,” tambahnya.

Blok regional BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan, negara-negara yang berbagi lebih dari 20% ekonomi global dan berkontribusi sekitar 17 persen untuk perdagangan internasional.

Di sela-sela KTT, presiden diharapkan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin semua negara anggota BRICS dan para pemimpin yang diundang lainnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai posisi Turki tentang kemungkinan sanksi oleh AS terhadap Iran, Erdoğan mengatakan: “Harus diperhatikan bahwa mengakhiri hubungan dengan mitra strategis kami yang lain di dunia bertentangan dengan pemahaman kemerdekaan Turki .”

Sumber: Yeni Safak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here