Erdoğan: Intelejen Turki Telah Melakukan Pekerjaan Berskala Dunia.

0
189
Erdogan dalam Peresmian Kantor Baru MIT Turki

Badan Intelijen Turki (MIT) Telah berperan besar untuk mengamankan negara dari ancaman dalam dan luar negeri. Sejauh ini MIT telah memulangkan lebih dari 100 anggota FETO ke Turki, ujar Presiden Erdogan dalam sambutan pembukaan.

BERITATURKI.COM, Ankara| Badan Intelijen Turki (MIT) telah melakukan pekerjaan berskala dunia di berbagai bidang, kata presiden Turki, Minggu.

“Organisasi badan Intelijen Turki telah melakukan pekerjaan di bidang kriptologi, cyber, satelit, dan jaringan komunikasi intelijen di seluruh dunia,” kata Recep Tayyip Erdogan pada upacara pembukaan gedung layanan baru MIT di Istanbul tadi siang.

“Kapasitas aktivitas operasi organisasi teroris di kota Istanbul menurun drastis berkat kerja sama erat antara organisasi intelijen dan lembaga keamanan lainnya,” tambahnya.

Erdogan menekankan bahwa Turki telah menghasilkan teknologi dengan sumber daya nasionalnya, dan ia memastikan bahwa sebuah negara yang tidak memiliki kekuatan intelijen yang kuat akan musnah.

“Bukan kebetulan bahwa MIT adalah salah satu lembaga pertama yang menjadi sasaran selama perjuangan bersejarah yang telah dilakukan negara kita akhir-akhir ini,” katanya, menyoroti pentingnya layanan intelijen terutama ketika penggunaan informasi berubah menjadi senjata yang efektif.

Dia menambahkan bahwa Turki mengembangkan sistem keamanan nasional yang lebih efektif untuk menghilangkan ancaman yang dihadapi negara itu.

Erdogan juga menekankan bahwa MIT sejauh ini memastikan pemulangan lebih dari 100 anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dari luar negeri ke Turki.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang mati syahid dan hampir 2.200 terluka.

Turki menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi kedalam lembaga-lembaga penting negara Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Terkait Aya Sofia

Pada hari Jumat lalu,shalat jumat perdana di masjid Aya Sofia menandai perubahan secara resmi status bangunan bersejarah itu dari musium menjadi sebuah Masjid Agung di Ibukota IStanbul.

Dalam proses pembukaan kembali Aya Sofia untuk Shalat, Turki telah menyaksikan bahwa beberapa negara yang anti terhadap keputusan itu, tidak menyadari bahwa Istanbul adalah wilayah Turki, kata presiden.

“Bahkan berabad-abad setelah penaklukan, kami melihat masih tidak diterima bahwa Istanbul ada di tangan bangsa Turki dan Muslim,” tambahnya.

Aya Sofia telah berperan sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul, dan berkhidmat sebagai masjid dari tahun 1453 hingga 1934 -selama 5 abad- dan terakhir diungsikan sebagai museum selama 86 tahun hingga 10 juli kemarin.

Pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 pada 10 Juli yang mengubah status Aya Sofia sebagai museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah jeda 86 tahun.

Salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik dan internasional, Aya Sofia telah dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985, selama waktu itu sebagai Aya Sofia berperan museum.

Libya

Mengenai peran operasi MIT di Libya, Erdogan mengatakan MIT memiliki “peran yang telah mengubah peta permainan” dengan memberikan informasi intelijen dan dukungan operasional pada Pemerintah Sah Libya (GNA).

Dia menambahkan bahwa MIT membantu menghentikan pergerakan panglima “pemberontak” Khalifa Haftar yang lebih memilih opsi militer daripada solusi politik untuk konflik bersaudara itu.

November lalu, Turki dan Libya menandatangani pakta penting tentang kerja sama militer serta perbatasan di Mediterania.

Di bawah kesepakatan itu, Turki telah mengirim penasihat untuk membantu tentara Libya mengalahkan milisi panglima perang Haftar yang telah melancarkan serangan sejak April 2019 di ibukota Libya, Tripoli dan bagian lain barat laut dari Libya, dimana telah mengakibatkan lebih dari 1.000 kematian, termasuk wanita sipil dan anak-anak.

Tentara Libya baru-baru ini memberikan pukulan keras terhadap Haftar dan membebaskan 2 kota penting Tripoli dan Tarhuna, di samping lokasi strategis lainnya, termasuk pangkalan udara Al-Watiya, dari milisi pemberontak.

“Berkat perluasan peran kami dalam penguatan sistem intelijen hari demi hari, negara kami mulai mengambil tempat di semua platform sebagai kekuatan regional dan global,” Pungkas Erdogan.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here