Erdogan Dorong Awal Baru Hubungan Turki-Jerman

0
41

Berlin, Jerman – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan lembaran baru dalam hubungan Turki-Jerman ditengah era tantangan baru dunia.

“Perkembangan dramatis di dunia membuat hal ini sangat dibutuhkan Jerman dan Turki untuk membuka lembaran baru dari hubungan bilateral, meninggalkan ketidaksepahaman dan fokus dengan kesamaan kepentingan,” tulis Recep Tayyip Erdogan dalam artikel yang diterbitkan Frankfurter Allgemeine Zeitung pada Rabu menjelang kedatangannya ke Jerman.

Erdogan mengatakan kedua negara mengahadapi tantangan yang sama dan ancaman seperti terorisme, gerakan pengungsi yang tidak teratur, dan perang dagang.

“Kita berkewajiban mengeratkan hubungan kita berdasarkan kepentingan bersama di jalan yang wajar,” tekannya.

“Biarkan kita bertumpu pada kepentingan bersama kita, tantangan dan ancaman yang sama-sama kita hadapi. Dengan menghormati ketidaksepahaman kita, kita harus terus tetap membuka dialog, melanjutkan tukar-menukar kita, dan dengan menunjukkan empati maksimal, kita harus mencoba memahami kepekaan bersama kita,” tambahnya.

Erdogan akan sampai di Jerman pada Kamis untuk kinjungan tinggi kenegaraan bertujuan untuk memperbaiki ikatan politik ekonomi kedua negara.

Pada kunjungn tiga harinya, Erdogan akan bertemu dengan rekan Jermannya Frank-Walter Steinmeier dan akan berbincang dengan Konselor Angela Merkel.

Pada Artikel tersebut, Presiden Erdogan memperbarui seruannya pada otoritas Jerman untuk menunjukkan lebih banyak solidaritas dengan Turki dalam perjuangannya melawan kelompok-kelompok terlarang dan teroris.

“Kami berharap Jerman memperluas dukungannya untuk Turki dalam melawan kelompok teroris seperti FETO, PKK, dan DHKP-C, yang juga menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri Jerman dan menargetkan warga Jerman,” katanya.

Dia juga memperingatkan tentang kegiatan propaganda dari pengikut PKK dan FETO di Jerman.

“Anggota PKK dan FETO juga organisasi mereka menggunakan berbagai macam cara, termasuk manipulasi dan berita palsu, untuk merusak hubungan bilateral kita,” katanya.

Keengganan Jerman untuk mengambil tindakan serius menghadapi kelompok teroris seperti PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) menjadi sumber tensi antara kedua negara dua tahun belakangan.

Kedua kelompok teroris menggunakan Jerman, yang menjadi rumah bagi 3 juta migran dari Turki, sebagai sarana kegiatan penggalangan dana dan rekrutmen propaganda mereka.

Hubungan antara Ankara dan Berlin mengalami kemunduran beberapa tahun terakhir, tapi keduanya telah melakukan langkah untuk memperbaiki hubungan.

Erdogan akan ditemani oleh penunjang utama selama kunjungannya , termasuk menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk, ekonomi, keuangan, perdagangan, dan industri.

UE kelas berat Jerman tetap menjadi partner utama ekonomi dan perdagangan Turki. pada 2017, volume perdagangan bilateral mencapai USD 43,6 juta. (AWN)

 

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here