Erdogan dan Putin Membahas Konflik Karabakh Atas

0
17

Presiden Erdogan memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Armenia harus mengakhiri pendudukannya di tanah Azerbaijan

BERITATURKI.COM, Ankara – Dalam panggilan telepon, presiden Turki Sabtu malam (7/11/2020) berbicara dengan mitranya dari Rusia, membahas masalah-masalah regional dengan penekanan khusus pada bentrokan yang sedang berlangsung di Karabakh Atas.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin membahas hubungan Turki-Rusia dan perkembangan regional, termasuk wilayah Karabakh Atas (Nagorno-Karabakh) Azerbaijan, Direktorat Komunikasi Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Erdogan mengatakan kepada Putin bahwa Armenia harus menarik diri dari tanah Azerbaijan yang didudukinya, mencatat bahwa operasi balasan yang sedang berlangsung di Azerbaijan dalam menghadapi serangan Armenia sedang dilakukan di tanahnya sendiri.

Selama panggilan telepon, presiden Turki lebih lanjut menekankan bahwa Armenia harus diyakinkan untuk memiliki akal sehat untuk pergi ke meja perundingan.

Mengakhiri konflik yang sedang berlangsung dengan solusi permanen dan menstabilkan kawasan adalah kunci penting, tambahnya.

Sebelumnya Sabtu, pada kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, Erdogan mengatakan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah berbagi kabar baik dengannya tentang kemajuan pasukan mereka dalam konflik tersebut.

Erdogan mengatakan bahwa kemenangan di Karabakh Atas semakin dekat, dengan Azerbaijan mencetak banyak keberhasilan dalam membebaskan wilayah pendudukan dari Armenia.

Tak lama setelah percakapan telepon Erdogan dengan Putin, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga berbicara dengan timpalannya dari Rusia, Sergey Lavrov.

Sumber diplomatik pada hari Sabtu mengatakan kedua diplomat juga membahas masalah Karabakh Atas.

Turki telah lama mendukung klaim teritorial sah Azerbaijan di Upper Karabakh, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Kaukasus yang secara ilegal diduduki oleh Armenia selama hampir tiga dekade.

Sejak babak baru bentrokan meletus pada 27 September, Armenia berulang kali menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar tiga gencatan senjata kemanusiaan.

Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas dan sekitarnya, yang bersama-sama membentuk sekitar 20% wilayah Azerbaijan.

Sementara kekuatan dunia telah menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan, Turki mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia. Berbagai resolusi PBB juga menyerukan penarikan pasukan pendudukan.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here