Erdogan : Bagi Yang Belum Divaksin Akan Diwajibkan Test PCR Berkala

0
81

BERITATURKI.COM, Ankara – Pada hari kamis (19/8), telah dilaksanakan Rapat Kabinet Kepresidenan yang dipimpin langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan di Kompleks Kepresidenan Ankara. Rapat ini berlangsung selama 5 jam 20 menit. Seusai rapat, Presiden Erdogan mengumumkan ke publik terkait keputusan yang diambil selama rapat kabinet.

Pertama Erdogan memberikan informasi terkait kebakaran yang terjadi di Turki beberapa waktu lalu. Kebakaran beberapa waktu lalu di 54 provinsi berbeda berdampak pada sekitar 150 ribu hektar lahan. Area yang rusak dalam kebakaran terbesar dalam sejarah ini adalah 82 ribu hektar di Provinsi Antalya dan 62 ribu hektar Provinsi di Muğla.

“Negara kita telah berjuang melawan kebakaran dengan segala cara sejak saat pertama terjadi. Terlepas dari mereka yang memanfaatkan bencana kebakaran, kita berhasil mengatasi bencana besar ini bersama-sama. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua negara-negara yang mengirim bantuan ke Turki pada saat kebakaran hutan terjadi.” ungkap Erdogan.

Pada kesempatan ini Erdogan juga membahas tentang bencana banjir yang terjadi di wilayah Laut Hitam. “Sebuah bencana besar telah terjadi dalam sejarah kita, dan semua institusi kita pun mengambil tindakan segera setelah bencana banjir. Hanya dalam 2 hari, curah hujan di provinsi-provinsi di wilayah Laut Hitam Barat yang merupakan tempat bencana banjir lebih tinggi daripada curah hujan tahunan di wilayah lain. Tidak ada infrastruktur yang dapat menahan curah hujan seperti itu. Air banjir yang tingginya mencapai 5 meter menyeret semua yang ada di depannya dan melemparkannya ke laut.” kata Erdogan.

“Sejauh ini 78 warga kita meninggal pada bencana banjir ini. Kesedihan yang luar biasa bagi kita karena kita kehilangan banyak korban jiwa. Pencarian warga yang hilang terus berlanjut. Usaha pengecekan kerusakan juga berlanjut di daerah banjir. Proyek pembangunan rumah yang akan dibangun kembali setelah banjir akan segera dimulai.

Bersama para Menteri dan para pejabat di kabinet, kami memutuskan untuk berpartisipasi dalam kampanye AFAD dengan kontribusi 7 juta 430 ribu lira. Kami akan lebih memperkuat lembaga khusus kami tentang bencana.” ungkapnya.

Ketika membahas tentang perkembangan dalam melawan penyebaran virus korona, Erdogan mengungkapkan bahwa:

“Kita menempati peringkat pertama di dunia dalam vaksinasi yang merupakan cara paling ampuh untuk melawan pandemi. Kita juga dalam posisi yang sangat baik dalam hal penyediaan vaksin. Kita berharap dapat mencapai tahap penggunaan dan produksi yang meluas pada akhir tahun dalam studi pengembangan vaksin dalam negeri. Kita telah melampaui jumlah populasi negara dengan melebihi 87 juta dalam jumlah total vaksin. Kita menuju 46 juta orang dalam vaksin dosis pertama dan 35 juta orang dalam vaksin dosis kedua. Dengan jumlah ini, kita mendekati 73 persen populasi kita dalam dosis vaksin pertama, kita mencapai 55 persen pada dosis vaksin kedua.

Pendaftaran vaksin dosis ketiga sekarang melebihi 7 juta orang, terus berlanjut dengan cepat, tetapi kita melihat bahwa beberapa segmen negara kita masih ragu-ragu untuk vaksinasi. Studi vaksin sedang dilakukan atas dasar sukarela. Sebagai Presiden Republik Turki dan sebagai seorang yang telah mendapatkan tiga dosis vaksin, saya masih berdiri di hadapan anda semua. Jika ada hal lain terhadap pandemi ini, kami tidak akan ragu untuk mempertimbangkannya juga. Tidak ada metode perlindungan lain selain vaksin terhadap virus yang terus berubah. Sekali lagi, saya mengimbau semua warga kita untuk segera ikut program vaksinasi.”

Erdogan juga mengingatkan tentang pembukaan sekolah tatap muka, Erdogan berkata : “Kita harus ingat bahwa masa depan siswa kita yang terus menunggu untuk masuk sekolah mereka pada bulan September, dalam hal ini tergantung pada jarak yang harus ditempuh. Dengan dimulainya pelatihan tatap muka pada 6 September, kami meminta guru dan para staf sekolah yang belum divaksin, untuk segera melakukan tes PCR minimal 2 kali seminggu.

Kita akan juga mewajibkan mahasiswa dan para staf universitas yang belum divaksinasi untuk melakukan tes PCR secara teratur. Kita juga akan menerapkan kewajiban uji tes PCR untuk kegiatan berkumpulnya orang-orang seperti konser, teater, dan bioskop. Kita juga akan mewajibkan uji test PCR untuk perjalanan pesawat dan bus antar kota.”

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here