Emine Erdoğan Gelar Dialog Budaya Bersama Istri Para Duta Besar di Ankara

0
50

BERITATURKI.COM, Ankara – Ibu negara Turki, Emine Erdoğan, menjadi tuan rumah acara dialog budaya yang dihadiri oleh duta besar perempuan dan istri para duta besar di Kompleks Presiden Beştepe pada hari Rabu, 13 Februari 2019. Dalam acara yang juga memamerkan miniatur lukisan 14 wanita itu, Emine Erdoğan menekankan peran duta besar dan pasangan mereka dalam meningkatkan dialog budaya serta membangun hubungan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Anda menambah kekayaan budaya yang berbeda di negara kami. Anda adalah kunci untuk komunikasi budaya,” katanya saat makan siang setelah pameran miniatur.

“Saya sangat mementingkan interaksi budaya dan energi yang muncul dari hal semacam ini, karena tidak akan ada lagi prasangka dan permusuhan ketika orang-orang saling mengenal satu sama lain. Karena itu, sumber perdamaian di dunia adalah perkenalan,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, para duta besar perempuan dan para istri dari para duta besar di Ankara juga turut melihat miniatur yang dilukis oleh sekelompok wanita. Sehubungan dengan pameran miniatur yang menggambarkan kehidupan Sultan Suleyman I, Emine Erdogan mengatakan bahwa budaya lokal yang ada di seluruh dunia, di mana saat ini mereka dihancurkan oleh globalisasi, harus dilindungi. Emine menekankan bahwa Turki adalah negara kaya dalam hal seni dan ia berharap anggota misi asing akan memiliki kesempatan untuk melihatnya.

Kepala kelompok proyek miniatur Özcan menggarisbawahi bahwa bentuk miniatur adalah seni Turki kuno dan mereka memiliki tujuan untuk memperkenalkan seni ini kepada dunia melalui lukisan-lukisan tersebut. Özcan mengatakan bahwa ada lebih dari 60 lukisan di pameran.

Mengomentari lukisan yang menggambarkan kehidupan penguasa Ottoman Süleyman I, yang dikenal sebagai Süleyman the Magnificent, Duta Besar Austria untuk Turki Ulrike Tilly mengatakan bahwa ia merasa sangat terhormat telah diundang oleh Emine Erdoğan ke acara tersebut.

“Saya merasa terhormat memiliki kemungkinan untuk melihat pameran yang indah ini. Pameran tentang salah satu penguasa agung disini. Saya pikir masing-masing lukisan memiliki keunikan yang indah,” tutur Tilly.

Melihat salah satu lukisan dalam pameran yang menggambarkan Süleyman menerima utusan Iran, Duta Besar Belanda untuk Ankara Marjanne de Kwaasteniet mengatakan bahwa ia menyukai warna-warni lukisan-lukisan tersebut.

“Warna lukisan itu seakan berbicara kepada Anda,” ungkap Kwaasteniet.

“Terlepas dari kenyataan bahwa semua itu adalah miniatur, teknik masing-masing lukisan yang ditampilkan memiliki perbedaan yang khas,” tambah Kwaasteniet.

Menekankan peran seni dalam membawa cahaya pada budaya dan sejarah, Duta Besar Thailand Phantipha Lamsudha Ekarohit mengatakan bahwa ia berpikir acara ini adalah inisiatif yang sangat baik, serta telah memungkinkan duta besar perempuan dan juga pasangan duta besar asing untuk belajar tentang karakter sejarah seperti Sultan Suleyman melalui seni.

“Turki sangat kaya dalam sejarah dan budaya, tak jarang lebih baik untuk menjelaskan sejarah kepada orang lain melalui karya seni. Ini adalah kesempatan yang baik bagi para seniman karena mereka telah dihargai oleh orang asing,” kata Ekarohit.

Dalam acara tersebut, duta besar perempuan dan istri para duta besar diberi hadiah miniatur.

Shaza Syrus, istri utusan Pakistan mengatakan bahwa mengundang semua pasangan para duta besar dan duta besar perempuan di Ankara serta memberi mereka kesempatan untuk melihat pameran luar biasa yang disiapkan oleh para wanita ini merupakan kehormatan yang diberikan oleh ibu negara.

“Acara ini menunjukkan kekuatan perempuan dan saya senang bahwa hal ini turut diakui dan dihargai oleh dunia,” tutur Syrus.

“Saya sangat menghargai kenyataan bahwa kekuatan dan kemampuan wanita turut mendapat perhatian oleh ibu negara Turki dengan memastikan bahwa dunia mengenali mereka dan menghormati mereka,” tambahnya.

Selama makan siang, ibu negara juga menyoroti proyek “My Neighbor, the Ambassador” yang melibatan 20 duta besar negara anggota UE ke kehidupan orang-orang Turki dan kehidupan sehari-hari di Ankara. Pemenang proyek tersebut ialah Duta Besar Jerman Martin Erdmann. Emine pun tak lupa memberi selamat kepada Erdmann dan istrinya.

“Mereka menunjukkan bahwa menjadi seorang duta besar bukan hanya sebatas layanan diplomatik, tetapi cara untuk membangun jembatan kemanusiaan dan budaya,” pungkas Emine.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here