Dunia Bisnis Turki Dukung Boikot Produk Perancis

0
40

Kelompok bisnis Turki mengatakan memboikot produk Perancis adalah tanggapan yang benar atas sikap Paris yang tidak dapat diterima terhadap Islam

BERITATURKI.COM, Istanbul – Seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk memboikot produk Perancis pada Minggu (1/11/2020) karena intoleransi Paris dan sikap mendorong terhadap Islamofobia, disambut baik oleh dunia bisnis Turki.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai agama “dalam krisis” dan mengumumkan rencananya pada bulan September untuk undang-undang yang lebih ketat guna menangani apa yang disebutnya “separatisme Islam”.

Macron mengutuk pembunuhan seorang guru bahasa Perancis yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas, tetapi mengatakan Perancis “tidak akan melepaskan kartun kami”.

Beberapa negara Arab, serta Turki, Iran, dan Pakistan, telah mengutuk sikap Macron terhadap Muslim dan Islam serta mendorong boikot barang-barang asal Perancis.

Abdurrahman Kaan, Ketua Independent Industrialists and Businessmen Association (MUSIAD), mengatakan gerakan kartun pemerintah Perancis tidak bisa diterima sebagai kebebasan berpikir atau berekspresi.

Pejabat Perancis harus berangkat dari sikap tidak adil untuk mencegah kerusakan hubungan politik, budaya dan perdagangan Turki dan Perancis.

Serangan sistematis dengan menghina simbol-simbol agama Islam dalam diri Nabi Muhammad terus berlanjut di majalah terkenal, dia mencatat dan mengatakan majalah itu mulai menyerang Erdogan.

“Sikap separatis, yang menyakitkan, berdasarkan ketidaktahuan dan mengangkat Islamofobia, sama sekali tidak dapat diterima,” katanya kepada Anadolu Agency. “Kami menyatakan bahwa kami mendukung reaksi yang sah dan tepat dari presiden kami dalam hal ini.”

Pesan Para Pemimpin Bisnis

Orhan Aydin, Ketua Anatolian Lions Businessmen Association (ASKON), mengatakan ekspresi Macron didasarkan pada ide-ide yang disampaikan oleh pemimpin Peancis itu.

“Menghentikan Presiden Prancis Emmanuel Macron berarti menghentikan Islamofobia, fasisme, dan kolonialisme,” katanya, sebelum menambahkan bahwa boikot harus dilaksanakan oleh masyarakat lain yang menentang ketiga hal itu.

Gursel Baran, kepala Kamar Dagang Ankara, mengatakan, “Kami tidak bisa acuh tak acuh terhadap penganiayaan Muslim, baik di Prancis maupun di mana pun di dunia”.

“Dengan setiap produk Prancis yang Anda beli, Anda akan mendukung penganiayaan”, katanya.

Bendevi Palandoken, kepala Konfederasi Pedagang dan Pengrajin Turki, juga menyuarakan dukungan untuk permintaan boikot Erdogan.

“Orang-orang kita harus berpartisipasi dalam kampanye boikot dan tidak boleh menuntut produk asal Prancis dari pedagang kita,” katanya,

Ketua Bursa Komoditi Istanbul Ali Kopuz mengatakan Perancis secara terbuka memusuhi Islam dan Turki.

“Kami harus memboikot barang-barang Perancis. Ini akan menjadi respons paling tepat yang akan kami berikan,” katanya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here