Dukung Turki, Pebisnis Indonesia menolak langkah AS melawan Turki

0
367

Jakarta, Pengusaha Indonesia menyatakan penyesalan mereka atas keputusan AS untuk mengenakan tarif tambahan pada berbagai produk, termasuk aluminium dan baja dari Turki.

Muhammad Bawazeer, wakil ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Komite Tetap di Timur Tengah dan negara-negara OKI, mengatakan bahwa cepat atau lambat semua negara akan terpengaruh oleh kebijakan tersebut.

“Komunitas bisnis di sini menyesali penghalang pajak dari AS. Itu benar-benar salah,” kata Bawazeer dalam konferensi pers pada sesi tahunan Kamar Dagang Islam, Industri dan Pertanian (ICCIA) di Jakarta pada hari Selasa.

Menurut dia, keputusan itu akan memicu pembalasan oleh negara-negara yang terkena dampak.

Sejauh ini, melemahnya lira tidak berdampak langsung pada kegiatan ekspor-impor Turki karena fundamental ekonominya yang kuat.

Bawazeer menganggap Turki sebagai negara yang kuat di berbagai bidang, termasuk teknologi, sains, peralatan militer, dan energi.

“Untuk ekonomi, saya yakin mereka akan terpengaruh, tetapi Turki akan tetap kuat karena memiliki sektor militer dan energi yang kuat,” katanya.
Turki secara konsisten membangun fundamental ekonominya demi proses aksesi Uni Eropa.

Karena pembicaraan tentang aksesi Turki saat ini menemui jalan buntu, Turki melanjutkan kerjasama bisnisnya dengan negara-negara Timur Tengah.

“Fundamental ekonomi Turki akan tetap yang terkuat di Timur Tengah,” katanya.

Sementara Turki tetap kuat, Bawazeer mencatat bahwa melemahnya lira akan berdampak global, bahkan AS akan terpengaruh.

Rosan Roeslani, ketua Kadin, mengatakan bahwa ketika lira Turki melemah, ada tekanan di pasar valuta asing.

Pelemahan rupiah Indonesia terutama disebabkan oleh defisit transaksi berjalan.

“Bank Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang baik, tetapi Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dua kali lebih banyak tahun ini, sehingga biaya dana kami juga akan meningkat,” jelas Roeslani.

Dia juga mengatakan bahwa cara terbaik untuk menangani situasi saat ini adalah bahwa Indonesia harus memotong defisit perdagangannya dengan meningkatkan ekspor.

Menurut Roeslani, Kadin akan mengumpulkan pengusaha untuk membahas kondisi ekonomi global. (ach)

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here