Dosen Fakultas Arsitektur Universitas Gazi Ciptakan Papan Catur Bertema Ankara

0
90

BERITATURKI.COM, Ankara – Dosen Fakultas Arsitektur Universitas Gazi, Jurusan Desain Produk Industri Prof. Dr. Abdullah Togay dan Asisten Peneliti Merve Coşkun, Ebru Gedik dan Ferit Aydın telah merancang papan catur yang akan memberikan kontribusi pada promosi nasional dan internasional Ankara. Atakule, Anıtkabir, Lambang Matahari Bangsa Het, sebagai simbol dari Ankara yang terbuat dari batu tersebut bernama “Papan Catur Ankara”.

Pada papan catur tersebut, pion-pion catur berbentuk Atakule, Hotel Sheraton, Masjid Kocatepe, Anıtkabir, Kastil Ankara, dan Lambang Matahari Bangsa Het. Diproduksi 1.500 buah dalam tahap pertama dengan produksi massal dan diprediksi menjadi salah satu papan catur bertema Ankara dengan nilai yang sangat berharga, papan catur bertema Ankara dipamerkan di Museum Catur Gökyay Foundation yang berlokasi di Ankara. Catur yang akan dijual di pasar Museum Koç akan berada di rak-rak Direktorat Utama Dana Bergulir (DÖSİM) dan pasar museum lainnya.

Kepala Museum Catur Gökyay Foundation, Akın Gökyay menunjukkan bahwa seperti papan catur dunia, yang terdiri dari bangunan yang ada di seluruh negara, ia mengatakan bahwa mereka berniat untuk memiliki satu set papan catur serupa bertema Turki. Gökyay, “Tujuan kami adalah membuat papan catur yang mewakili Ankara. Kami ingin, mereka yang datang ke Ankara membeli satu, dua papan catur untuk dijadikan hadiah. Kami ingin memperkenalkan Ankara,” katanya.

Perancang papan catur Prof. Dr. Abdullah Togay mengatakan bahwa ketika membawa nilai-nilai budaya suatu kota ke masa depan, tidaklah mudah untuk menggunakan nilai-nilai ini sebagai elemen promosi. Togay menyatakan bahwa ada banyak bangunan penting di Ankara, yang mana akan dimasukkan dalam desain dan bagaimana cara dibuatnya itu menjadi keputusan yang sulit. “Papan catur harus melambangkan Ankara dengan jelas, kapan dan di meja mana pun papan catur itu diletakkan. Kita seharusnya mendapatkan siluet. Harus sangat mudah untuk mengenalinya ketika kita melihat papan caturnya. Kita bisa mengisolasikan lebih banyak dengan pendekatan desain yang berbeda, tetapi jika kita melakukan abstraksi lebih banyak, seseorang yang kurang mengenal Ankara, bahkan yang mengenal Ankara pun akan bertanya-tanya, ‘Apakah ‘itu’ bangunan itu?’ atau ‘Apakah bentuk ‘itu’ menjelaskan tentang itu?’ Mereka mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengenalnya.” (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here