Dokter Turki Rawat Ribuan Orang di Kenya Secara Cuma-Cuma

0
70
Foto Anadolu Agency

BERITATURKI.COM, Kakuma, Kenya – Ribuan orang yang tinggal di kabupaten termiskin di Kenya menerima perawatan medis gratis hari Senin, 12 Februari 2019. Sekitar 21 dokter Turki dan sembilan lulusan sekolah kedokteran Turki bekerja sama dengan 13 dokter lokal untuk menawarkan layanan seperti bedah pediatrik, perawatan ginekologis, dan perawatan gigi kepada masyarakat setempat di Turkana serta para pengungsi di kamp-kamp pengungsi Kakuma.

Para pengungsi berasal dari seluruh Afrika sub-Sahara, termasuk Somalia, Ethiopia, Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Banyak yang berjalan jarak jauh dalam suhu 45 derajat Celcius untuk menunggu operasi penyelamatan jiwa yang dilakukan di Rumah Sakit Misi Kakuma di kamp. Melansir Anadolu Agency, beberapa operasi canggih biasanya menelan biaya antara US $ 15.000 dan US $ 20.000.

Rumah sakit adalah tempat berlangsungnya tindakan operasi yang tersebar di seluruh kabupaten, termasuk Rumah Sakit Misi Kakuma di kamp Kakuma 1, 2 dan 3 serta LSM yang berbasis di situs Komite Penyelamatan Internasional Kenya. Dokter Ahmet Cevik dari “Yeryuzu Doktorlari” mengatakan bahwa mereka telah melakukan lebih dari 60 operasi penyelamatan jiwa pada hari Senin (12/02/2019) di Rumah Sakit Misi Kakuma.

“Sebagian besar dari orang-orang disini berada dalam kondisi yang sangat buruk dan saya senang menjadi seorang dokter yang dapat menawarkan layanan saya secara gratis kepada mereka yang berasal dari daerah termiskin di Kenya dengan layanan kesehatan yang buruk. Kami memiliki misi untuk membantu memperbaiki kehidupan mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan disini,” katanya.

Selama didirikannya kamp bedah tujuh hari yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) serta organisasi non-pemerintah Turki, pasien juga diuji dan didiagnosis jika mereka diduga menderita infeksi mata. Ole Njakop, seorang penduduk lokal di Kakuma, mengatakan bahwa ia menelepon seorang teman dari kabupaten tetangga Marsabit untuk datang untuk menerima perawatan kaki yang bengkak akibat gigitan ular.

“Itu terjadi sehari yang lalu. Mereka menyedot racun, namun kakinya mengalami pembengkakan. Ia telah tiba di sini dan telah mendapatkan perawatan. Saya bersyukur,” katanya.

Nasieku Senkule, 39 tahun, salah seorang anak yang menderita sakit perut juga pulang dengan tersenyum setelah menerima perawatan di Rumah Sakit Misi Kakuma, di mana ratusan orang terlihat menunggu giliran untuk menemui dokter. Dokter Kamil Toker untuk bagiannya berkomentar bahwa pekan kesehatan bertujuan untuk memastikan para pengungsi dan penduduk setempat memiliki akses layanan medis penting yang tidak mudah tersedia dan diakses di Kabupaten Turkana.

Ia mengatakan bahwa akibat dana yang terbatas untuk pengungsi dan sumber daya yang terbatas untuk masyarakat setempat, pekan kesehatan juga akan memastikan bahwa lebih banyak orang yang dipindahkan serta penduduk setempat kemungkinan besar memiliki akses ke layanan kesehatan dalam waktu singkat.

“Kami sangat memahami posisi Turkana karena Turki menampung lebih dari 3 juta pengungsi, sehingga tim kami yang terdiri dari 30 dokter dari Turki bekerja untuk memberikan perawatan kepada penduduk setempat dan pengungsi. Kami senang berada di sini, dan kami berharap pemulihan yang cepat untuk semua pasien,” katanya.

Sekitar satu juta orang yang tinggal di Turkana, 186.000 jiwa diantaranya mengungsi dan 800.000 jiwa merupakan penduduk setempat. Dengan kondisi tersebut, hanya ada dua rumah sakit. TIKA mengatakan bahwa di Turkana, orang tidak memiliki akses layanan kesehatan yang terjangkau. Biaya yang diperlukan untuk mendapatkan layanan kesehatan setidaknya $ 500 untuk operasi, dan layanan tersebut kini dapat mereka dapatkan secara gratis selama digelarnya pekan kesehatan.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here